Islami

Ketika Namamu Belum Terpanggil, Tahun Ini Mungkin Belum Giliran Kita

×

Ketika Namamu Belum Terpanggil, Tahun Ini Mungkin Belum Giliran Kita

Sebarkan artikel ini

 

Anton Christanto
Staf Pengajar Prodi PPDS IK-THTBKL Fakultas Kedokteran UNS

Teras Depok Hiburan  –  Saat kabar keberangkatan haji terdengar di mana-mana,
saat foto-foto Ka’bah mulai memenuhi layar,
saat doa-doa dari Tanah Suci mulai dipanjatkan…
kita hanya bisa memandang dari jauh,
dengan hati yang kadang terasa sesak—
antara rindu dan harap yang belum terjawab.

Mungkin kita bertanya dalam diam,
“Ya Allah… kapan giliranku?”

Namun ketahuilah,
tidak ada satu pun yang tertukar dalam takdir Allah.
Tidak ada yang terlalu cepat,
dan tidak ada yang terlambat.

Jika hari ini kita belum dipanggil,
bukan berarti kita tidak layak.
Bisa jadi… Allah sedang menyiapkan kita,
membersihkan hati kita,
meluruskan niat kita,
agar saat benar-benar datang ke Baitullah nanti
kita datang sebagai hamba yang siap.

*Haji Itu Panggilan, Bukan Sekadar Perjalanan*

Pergi haji bukan hanya soal mampu secara materi,
tapi tentang dipanggil oleh Allah.

Berapa banyak yang mampu, tapi belum berangkat.
Dan berapa banyak yang tidak menyangka,
justru Allah mudahkan jalannya.

Maka hari ini, tugas kita bukan meratapi,
tapi menjaga rindu itu tetap hidup.

Rindu yang membuat kita terus berdoa,
rindu yang membuat kita memperbaiki diri,
rindu yang membuat kita semakin dekat kepada-Nya.

Karena Sesungguhnya… Kita Sedang Berhaji

Mungkin kita belum sampai ke Makkah,
tapi perjalanan menuju Allah tidak pernah berhenti.

Saat kita menahan diri dari maksiat—
itu adalah ihram kita.

Saat kita memusatkan hati hanya kepada Allah
itu adalah thawaf kita.

Saat kita berjuang dalam hidup, jatuh bangun tanpa putus asa—
itu adalah sa’i kita.

Saat kita bersujud, menangis, mengakui dosa—
itulah Arafah kita.

Saat kita melawan ego dan hawa nafsu—
itulah jumrah kita.

Dan saat kita berusaha menjadi lebih baik setiap hari—
itulah tahallul kita.

Maka jangan pernah merasa jauh…
karena jalan menuju Allah selalu terbuka, bahkan dari tempat kita berdiri sekarang.

Jika Belum Haji, Maka Berkurbanlah

Allah Maha Adil.

Ketika kita belum mampu berhaji,
Allah tetap membuka pintu ibadah yang besar: qurban.

Qurban adalah bukti cinta.
Bukti bahwa kita rela memberi,
rela melepaskan,
rela berbagi.

Bukan tentang besar kecilnya hewan yang disembelih,
tetapi tentang hati yang tunduk dan ikhlas kepada Allah.

Bisa jadi…
langkah kecil kita dalam berkurban hari ini,
adalah jalan yang Allah bukakan
untuk mengantarkan kita ke Baitullah esok hari.

Jangan Berhenti Berharap

Jika tahun ini belum berangkat,
jangan berhenti berdoa.
Jika hari ini belum sampai,
jangan berhenti berjalan.

Teruslah mengetuk pintu langit dengan doa:
> “Ya Allah, panggillah aku ke rumah-Mu.
Jika belum waktunya, dekatkanlah hatiku kepada-Mu.”
Karena pada akhirnya,
yang paling penting bukan hanya sampai ke Tanah Suci…
tetapi sampai kepada Allah,
dengan hati yang bersih dan penuh cinta.

Semoga suatu hari nanti, kita tidak lagi hanya melihat Ka’bah dari kejauhan…
tetapi berdiri di hadapannya, dengan air mata syukur yang tak tertahankan. Aamiin.

Tinggalkan Balasan