UMKM

Direktur SEMINDO Ungkap Kendala Pendampingan UMKM

×

Direktur SEMINDO Ungkap Kendala Pendampingan UMKM

Sebarkan artikel ini
Direktur Sinergi UMKM Indonesia, Widhiyani Mokhamad. Narasumber Dialog bertema “Mencetak Entrepreneur Baru, Mendorong UMKM Naik Kelas” di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Foto Dok. Terasdepok.com)

Jakarta – Terasdepok.com | Pendampingan pemberdayaan UMKM menjadi garda terdepan terciptanya ekosistem yang sehat bagi para pelaku usaha. Tanpa pendampingan yang konsisten, tingkat kegagalan usaha UMKM berpotensi lebih tinggi terjadi.

Pernyataan tersebut diungkap Widhiyani Mokhamad, Direktur Sinergi UMKM Indonesia (SEMINDO) yang didaulat sebagai narasumber dalam sebuah acara diskusi “Mencetak Entrepreneur Baru, Mendorong UMKM Naik Kelas” di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026)

“Pelaku UMKM kita masuk ke dunia usaha sebagian besar bukan karena kesadaran membangun bisnis.  Tetapi karena ‘the power of kepepet’. Mereka belajar secara otodidak dan butuh pendampingan.” ungkapnya.

Rendahnya latar belakang pendidikan sebagian besar pelaku UMKM menjadi kendala tersendiri dalam memahami sistem berbasis manajemen usaha. Mereka pengusaha mikro yang lahir karena kebutuhan ekonomi, seringkali terjebak dalam manajemen serabutan.

Baca Juga : Target KUR 296 Triliun, Kementerian UMKM Realisasikan 39,3 Persen di Bulan Mei

“Kita berbicara UMKM mikro sekelas pedagang jajanan. Akses bantuan permodalan terbatas, literasi keuangan juga rendah. Mereka melakukan transaksi harian, tetapi tidak memiliki laporan keuangan yang rapi. Padahal mereka menggantungkan hidup dari usaha UMKM yang digelutinya” jelasnya saat diwawancarai terasdepok.com seusai acara diskusi.

Alokasi Dana KUR

Data Kementerian UMKM terkait penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 296 Triliun di tahun 2026, membawa angin segar bagi pelaku usaha. Dana subsidi berbunga rendah tersebut butuh manajemen yang sehat demi menghindari potensi gagal bayar.

“Manajemen yang sehat lahir dari pendampingan yang konsisten dan terintegrasi. Kami dari SEMINDO juga mendorong pendataan Nasional tenaga pendamping UMKM yang kompeten” imbuhnya.

Widhiyani juga menyoroti berbagai program pemberdayaan UMKM lintas kementerian yang dinilai masih berjalan sendiri-sendiri dan belum optimal. Dana CSR yang tersalur untuk pelaku UMKM butuh sistem yang terintegrasi.

“Kementerian UMKM sebagai pemangku kebijakan bersama kami para pendamping UMKM ke depannya bisa lebih intensif duduk bersama. Merumuskan sistem yang terintegrasi secara menyeluruh dan baku” jelasnya.

Arahan Presiden Prabowo Subianto agar generasi muda tidak seluruhnya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN) sangat relevan dengan kebutuhan ekonomi nasional ke depan. Sektor kewirausahaan dan UMKM menjadi pilihan stategis dan inovatif dalam persaingan ekonomi global.

“Pemerintah yang transparan, pendamping UMKM yang kompeten dan pelaku usaha yang cerdas akan sama-sama menciptakan ekosistem yang naik kelas” pungkas Widhiyani. ***(Dpras)

Baca Juga : Perusahaan Korea Selatan Melirik Program Energi Berbasis Agro Dengan Sinergi UMKM Indonesia

 

 

Tinggalkan Balasan