BeritaUMKM

Jelajahi Mall Rongsok Depok, Ada Koleksi Pintu Helikopter

×

Jelajahi Mall Rongsok Depok, Ada Koleksi Pintu Helikopter

Sebarkan artikel ini
Wisata barang bekas 'Mall Rongsok' di Jl Kukusan Beji Depok (Foto Dok. Detik)

Depok – Terasdepok.com | Bagi traveler yang menyukai barang-barang vintage atau memiliki mata yang tajam untuk barang antik, nama Mall Rongsok Depok pasti sudah tidak asing lagi. Berbeda dengan pusat perbelanjaan modern yang mewah, tempat ini memberikan sensasi penjelajahan yang luar biasa bagi mereka yang menyukai sensasi menemukan harta karun yang unik dan langka.

Begitu masuk, beragam barang terbentang, berjejal rapat dan membentang sejauh mata memandang. Setiap sudut ruangan dipenuhi campuran eklektik monitor tua dan elektronik vintage, disertai pernak-pernik dekoratif yang mengingatkan pada masa lalu.

Lokasi wisata rongsok di jalan Kukusan Raya, Beji Kota Depok, Jawa Barat. Jika traveler mengira tempat ini hanya menjual besi tua biasa, salah. Di sini, hampir segala sesuatu bisa berakhir di rak dan tersedia untuk dibeli, asalkan harganya sesuai. Konsep Mall Rongsok yang mereka anut memang sangat fleksibel: dapatkan apa pun yang bisa temukan.

Pengelola Mall Rongsok, Aditya, mengungkapkan bahwa sepanjang sejarah toko ini, mereka sering menemui barang-barang yang sangat tidak biasa dan benar-benar menakjubkan.

“Aneh, kita pernah dapat peti mati. Pernah dapat perahu dayung. Masuk ke sini, tapi untung udah laku,” kenang Aditya.

Baca Juga : Gubernur Jabar Larang Pemda Bangun Wisata di Kawasan Perkebunan

Salah satu sudut koleksi Mall Rongsok Depok (Foto Dok. Terasdepok)

Tak tanggung-tanggung, Mall Rongsok bahkan pernah memboyong bagian dari transportasi udara.

“Helikopter, pesawat apa. pintu pesawat apa helikopter gitu, pernah beli juga,” tambahnya.

Perbedaan harga di sini sangat mencolok. Barang-barang termurah yang tersedia antara lain sedotan dan DVD bekas, dengan harga berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 15.000. Yang mengejutkan, barang termahal yang pernah mereka jual ternyata adalah sebuah mobil bekas.

Kisah Mengharukan Perjuangan Pemilik

Di balik ketenarannya saat ini, Mall Rongsok menyimpan kisah ketekunan yang mengharukan. Bisnis ini dimulai oleh ayah Aditya, Nurholis dari nol atau lebih tepatnya, dari kondisi defisit.

Aditya menceritakan bahwa keluarganya pernah mengalami kesulitan keuangan di masa lalu, sering kali terpaksa meminjam uang dari berbagai sumber untuk mengumpulkan modal awal yang mereka butuhkan. Ayahnya memulai dengan menjelajahi Pasar Senen untuk mencari barang-barang bekas yang bisa dijual kembali.

Baca Juga : Mengenal Belimbing Dewa, Ikon Kota Depok

“Modal tuh utang semua. Bener-bener kalau ditanya, itu Bokap tuh bukan orang kaya. Bener-bener kalau ditanya orang ya, kalau ditanya ke tetangga-tetangga, keluarga Bokap tuh termasuk keluarga miskin dulu. Dulu pernah tinggal pas masih merintis tuh pernah tinggal di kandang ayam, pernah. Di pinggiran kali,” ungkap Aditya.

Berkat konsistensi, keberanian, dan kerja keras yang luar biasa, toko fisik akhirnya berhasil didirikan hingga membentuk brand yang kuat seperti sekarang. Hebatnya lagi, sang ayah hingga kini tetap menjaga etos kerja yang ketat demi memantau bisnis dan jaringan mitranya. “Sampai sekarang aja Bokap tuh kalau dihitung jam tidur paling tidur cuma 4 jam sehari,” tutur Aditya.

Perjuangan panjang itu kini berbuah manis, jika dulu mereka harus lelah mencari barang, kini justru para pencari kerja, kantor, restoran, hingga perorangan yang datang sendiri untuk menawarkan barang mereka.

Sistem Penentuan Harga

Satu hal yang paling bikin takjub dari Mall Rongsok adalah sistem penentuan harganya. Di tengah gempuran teknologi scanner dan barcode digital, tempat ini tetap setia menggunakan sistem ingatan puluhan tahun.

Aditya mengaku mereka sempat mencoba menggunakan label harga manual, namun cara tersebut justru tidak efektif dan rawan dicurangi oleh pembeli yang nakal.

“Pertama makan waktu karena barangnya terlalu banyak, kedua kadang dipindahin sama orang. Dicabut, dipindahin ke harga yang lebih murah,” selorohnya.

Alhasil, ingatan kuat dan jam terbang tinggi menjadi senjata utama mereka. Uniknya, Sang pemilik, Nurholis selalu hafal setiap harga barang yang masuk. Mereka menentukan harga bukan sekadar menebak, melainkan berdasarkan pemahaman mendalam tentang kualitas merek, ketahanan bahan, dan nilai fungsi aslinya dibanding barang-barang murah yang ada di platform online saat ini.

Bagi kalian yang penasaran ingin merasakan sensasi berburu harta karun tersembunyi, Mall Rongsok bukan sekadar tempat jual beli barang bekas. Tempat ini adalah museum hidup dari barang-barang yang menolak dilupakan oleh waktu. Buka setiap hari ya traveler sejak pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB. (Prst)

Sumber : DetikTravel

Tinggalkan Balasan