Jakarta – Terasdepok.com | Deputi Bidang Kreativitas Media Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Cecep Rukendi mengatakan, produksi film yang meningkat di Indonesia, belum diimbangi dengan penambahan jumlah studio bioskop.
Sedikitnya terdapat 176 judul film dari 112 rumah produksi yang tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2025. Sementara itu, masih ada 89 film yang belum berhasil tayang di bioskop karena kurangnya layar.
“Jumlah layar di kita (Indonesia) itu ternyata baru 508 bioskop dan itu pun baru di 152 kabupaten/kota dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” katanya.
Ada Mini Bioskop di Alfamart Bogor, Bebas Bawa Makanan
Cecep menilai peluang bisnis layar bioskop di Indonesia masih sangat besar dan jauh tertinggal dibandingkan negara lain, seperti Korea Selatan sehingga akses masyarakat untuk menikmati film di layar lebar masih terbatas.
Inovasi Dunia Hiburan
“Kami sangat mendukung inovasi dan juga kreasi dari tim Layar Digi untuk berkolaborasi dengan Alfamart, membuat bioskop mini di berbagai kota sebagai upaya luar biasa untuk membangun ekosistem perfilman Indonesia agar lebih hebat lagi,” jelas dia.
Sebuah terobosan baru di dunia pertunjukan film hadir di Indonesia. Layar Digi bekerja sama dengan gerai Alfamart membangus mini bioskop berkapasitas 48 orang.
Memanfaatkan lantai 2 ruangan gerai yang terintegrasi dengan minimarket. Fasilitas dan kenyamannya tidak kalah dengan bioskop besar.
Strategi ini dalam rangka menjawab ketersediaan layanan bioskop yang murah, efektif dan terjangkai hingga ke pelosok. Dengan mengusung konsep Mini Studio, Layar Digi berharap bisa menekan biaya operasional, namun tidak mengurangi layanan kepada penonton. (RahSav)
Sumber : Kompas.com











