Malang — Terasdepok.com — Universitas Negeri Malang menggelar kegiatan Bedah Buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” pada Jumat (24/6/2026). Acara yang digelar di Gedung Aula Lantai 7 Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM menghadirkan narasumber utama Rocky Gerung.
Sosok Rocky yang dikenal sebagai dosen Filsafat dalam paparannya menjelaskan sebuah prespekstif ideologi Marhaenisme sebagai solusi kegelisahan Gen Z pada fenomena politik.
“Anak muda sekarang dalam kodisi kegelisahan bahkan lelah karena gelisah terus. Dan kelelahan itu hanya bisa diatasi oleh ideologi” jelas Rocky.
Baca Juga : Napak Tilas Marhaenisme yang Lahir Dampak Revolusi Industri
Kelelahan anak muda menurut Rocky dikarenakan tidak menemukan sebuah bentuk ideologi
“Jadi kenapa anak muda itu lelah, karena tidak ada petunjuk ideologi apa yang akan dia capai. Dan persaingan politik hari ini tidak berbasis ideologi, tapi berbasis tuker tambah amplop” lanjutnya.
Dalam forum diskusi yang membedah buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” karya dari penulis Dr. Airlangga Pribadi, sosok yang dikenal kritis pada kebijakan pemerintah menekankan ada sebuah arah baru ideologi dari Malang
Baca Juga : Bangkitkan Jiwa Nasionalisme di Kalangan Pelajar, DPC GSNI Lombok Tengah Gelar DIKSAR
“Kita ingin pastikan dari Malang ada arah baru Nasionalisme, bahkan tidak pernah lelah untuk mengejarnya, yaitu ideologi. Satu-satunya yang tersedia dipercakapan di negeri ini adalah ideologi Marhaenisme” kata Rocky yang disambut tepuk tangan hadiri
Selanjutnya Rocky mengupas lebih jauh arah ideologi Marhaenisme kepada generasi muda untuk menjawab tantangan jaman
“Marhaenisme adalah jalan kiri. Kita tunggu apakah Presiden Prabowo dengan ide Sosialismenya juga ada di jalan kiri atau kekiri kirian doang. Kita tagih partai-partai bahwa Indonesia didirikan untuk menempuh jalan kiri. Jadi anda jangan takut tersesat jalan kiri. Karena anda pasti tersesat di jalan yang benar” tegasnya.
Marhaenisme menurut Rocky Gerung adalah solusi ideologi bagi Gen Z dalam menjawab kebuntuan, kelelahan dan minimnya literasi ideologi. (Dprst)











