Jakarta — terasdepok.com | ABDSI DKI Jakarta dan Banten menggelar kegiatan Joint Activity bersama Bank BCA. Bertempat di lantai 3 SMESCO Tower, Senin (18/5/26) acara yang bertajuk Program KUR BCA dihadiri berbagai pelaku UMKM.
Target acara bertujuan membantu para pelaku UMKM memahami sistem keuangan dan akses pembiayaan perbankan secara tepat. Acara yang dibuka oleh Boni Suganda, Asisten Deputi (Asdep) Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro di bawah Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementerian UMKM Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Boni Suganda menyampaikan apresiasi terhadap langkah ABDSI yang dinilai aktif membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, khususnya dalam penyusunan laporan keuangan agar lebih profesional dan bankable.
Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu lebih banyak dilakukan agar para pengusaha UMKM semakin mudah dalam menyusun laporan keuangan sehingga memiliki peluang lebih besar mendapatkan akses bantuan modal dari sektor perbankan.
Acara tersebut juga dihadiri para pengusaha muda dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) serta Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA).
Ketua ABDSI DKI, Andi Wardana menyampaikan apresiasi positifnya. Kegiatan ini bertujuan membantu para pengusaha muda memperoleh akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara tepat dan terarah.
Baca Juga : Perusahaan Korea Selatan Melirik Program Energi Berbasis Agro Dengan Sinergi UMKM Indonesia
Gandeng Nexius
Dalam pelaksanaannya, ABDSI DKI menggandeng platform digital Nexius. Membantu proses penyusunan laporan keuangan para pelaku UMKM agar lebih rapi, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan perbankan.
Sementara itu, mewakili ABDSI Banten, Robbie Bratawijaya menegaskan bahwa aspek finansial menjadi hal penting bagi para pelaku UMKM. Menurutnya, pencatatan keuangan yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap kredibilitas pengusaha dalam koridor perbankan.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir tokoh UMKM Nasional, Widhiyani Mokhamad selaku Direktur Sinergi UMKM Indonesia yang hadir sebagai salah satu sponsor kegiatan.
Saat diwawancarai awak media, Widhiyani Mokhamad menyampaikan bahwa peran pendamping UMKM sangat strategis. Saat ini mereka dituntut semakin peduli terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Kegiatan seperti ini menjadi upaya dalam mendekatkan UMKM binaan kepada sistem perbankan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka” kata Widhiyani.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi seputar strategi pengembangan UMKM dan pengelolaan keuangan. Paparan akses pembiayaan usaha melalui program KUR yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sektor UMKM di Indonesia.**(Rdks01)
Baca Juga : Pimpinan Sinergi UMKM Indonesia Mendorong Ketua Umum Baru ABDSI Lakukan Validasi Ulang Anggota











