Terasdepok.com | Anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan Pemerintah di tahun 2026 tercatat 296 Triliun. Dari angka tersebut naik sekitar 10 Triliun dibanding tahun 2025 sebesar 286,6 Triliun.
Kementerian UMKM telah mencatatkan penyaluran dana sebesar 116,3 Trilun, atau sebesar 39,3 persen pada kwartal kedua di bulan Mei.
Data tersebut disampaikan pada acara diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Acara yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI mengusung tema : ‘Mencetak Entrepreneur Baru, Mendorong UMKM Naik Kelas.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), M Riza Damanik menyampaikan optimisme target penyaluran KUR 2026 mencapai angka di atas 90%.
“Dalam sisa waktu 7 bulan berjalan, kami optimis penyaluran KUR bisa mencapai target 95%”. ungkap M. Riza yang hadir sebagai narasumber.
KUR adalah program subsidi pemerintah berupa pinjaman modal kerja atau investasi untuk UMKM dengan suku bunga rendah (mulai 6%–9% efektif per tahun). Plafon pinjaman berkisar antara Rp10 juta hingga Rp500 juta, dan disalurkan melalui Bank Pemerintah dan Bank Daerah.
Arahan Presiden
Riza menambahkan gerakan ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Pemerintah melalui UMKM sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar generasi muda tidak seluruhnya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Baca Juga : HRD Sinergi, Coach Gatot : Dominasi Anak Muda di UMKM, Karir Tidak Selalu Jadi ASN
“Kita membutuhkan pengusaha-pengusaha baru yang mampu bersaing dan menjadi motor penggerak ekonomi,” kata Riza.
Menurutnya, target Indonesia menjadi negara maju menuntut peningkatan produktivitas ekonomi secara signifikan, termasuk melalui penguatan sektor kewirausahaan dan UMKM.
Riza juga menjelaskan, terdapat lima aspek utama dalam ekosistem tersebut, yakni legalisasi dan perlindungan usaha, pendampingan dan peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, akses pasar dan digitalisasi, serta penguatan kemitraan dan rantai pasok.
“Wirausaha unggulan tidak bisa muncul secara tiba-tiba. Mereka harus dibentuk, dipersiapkan, dan didukung oleh ekosistem yang sehat,” urainya
UMKM naik kelas butuh dukungan yang konsisten dari Pemerintah, khususnya dalam hal permodalan. Tidak hanya kepada pengusaha UMKM, program KUR juga ditargetkan merambah di sektor produksi.
“Di kwartal ini penyaluran di sektor produksi sudah mencapai 74,2 Triliun. Dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebesar 11 juta orang” imbuhnya.
Sektor UMKM tidak berdiri sendiri, namuan menjadi sebuah ekosistim bisnis penggerak ekonomi di sekitar kita. **(Prst)
Baca Juga : BCA dan ABDSI DKI Banten Gelar Joint Activity untuk Pelaku UMKM












Respon (2)