Hiburan

Mengenang Gombloh, Pencipta Lagu Nasionalis “Kebyar Kebyar”

×

Mengenang Gombloh, Pencipta Lagu Nasionalis “Kebyar Kebyar”

Sebarkan artikel ini
Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh pencipta lagu Kebyar Kebyar (Foto Dok. Wikipedia)

Terasdepok.com – Satu lagu Nasionalis yang abadi di telinga rakyat Indonesia tercipta dari tangan seorang musisi jalanan. Lagu Kebyar Kebyar yang senantiasa dinyanyikan setiap perayaan Kemerdekaan RI diciptakan oleh Alm Gombloh.

Bernama asli Sujarwoto Sumarsono lahir pada 12 Juli 1948 di Jombang Jawa Timur, tepatnya di dusun Tawangsari. Gombloh merupakan anak ke empat dari enam bersaudara pasangan Slamet dan Patoekah.

Ayahnya bekerja sebagai penjual ayam di pasar Genteng, Surabaya. Gombloh memiliki dua saudara perempuan dan tiga saudara laki-laki, yaitu Anwar Sujono, Akur Prayitno, Sujari, Siti Akhifah dan Sujarwati.

Di kampungnya saat anak-anak, Sujarwoto, mendapat julukan atau nama panggilan ‘Gombloh’. Panggilan itu disematkan karena dia sering menyebut nama sapi tetangganya bernama gombloh. Pada saat remaja, Sujarwoto atau Gombloh sudah mempunyai jiwa seni yang bercita-cita ingin menjadi mahasiswa Institut Kesenian Jakarta.

Namun cita-citanya tersebut tidak terlaksana karena ayahnya menginginkan Gombloh menjadi seorang arsitek atau insinyur. Akhirnya dia disekolahkan oleh orangtuanya ke Institut Tehnologi Sepuluh Nopember Surabaya(ITS).

Karena tidak sesuai dengan cita-cita dan keinginannya, Gombloh seringkali tidak masuk kuliah dan memilih untuk hidup mengamen di bar bar dan hotel di daerah Bali.

Baca Juga : Sang Jendral Reformis Agus Widjoyo

Karir Bermusik

Pada tahun 1969, Gombloh bersama teman temannya membentuk grup musik beraliran folk yang bernama ‘Lemon Tree’s Anno 69’. Lagu lagu yang dinyanyikan grup ini menceritakan tentang kehidupan yang terjadi di masyarakat.

Personel Lemon Tree’s Anno 69 pada waktu itu yaitu Gombloh sebagai vokalis plus gitar; Leo Kristi sebagai pemetik gitar, Wisnu sebagai pembetot Bass; dan Naniel
sebagai peniup Fluite.

Tercatat Frangky Sahilatua juga pernah bergabung sebentar dengan grup ini yang kemudian memilih keluar dan membuat grup musik folk sendiri.  Pada tahun 1974, grup Lemon Tree’s Anno 69 mengalami perubahan formasi dengan keluarnya Leo Kristi dan Naniel.

Keluarnya Leo Kristi dan Naniel tidak membuat grup Lemon Tree’s Anno 69 vakum. Pada tahun 1978, grup ini merambah ke dunia rekaman dengan mengeluarkan album perdana bertajuk Nadia dan Atmosphere. Album tersebut diproduksi oleh perusahan rekaman Surabaya, Golden Hand Records.

Koleksi Album

Di album ini melahirkan salah satu hits yang sampai sekarang masih enak jika dinikmati, yakni lagu yang berjudul Lepen (Lelucon pendek). Gombloh bersama grupnya banyak menghasilkan banyak album sampai tahun 1983, antara lain :

  • Nadia & Atmospheer dan album Mawar Desa pada tahun 1978.
  • Kadar Bangsaku dan album Kebyar Kebyar pada tahun 1979.
  • Pesan Buat Negriku tahun 1980.
  • Sekar Mayang dan album Terima Kasih Indonesia pada tahun 1981.
  • Pesan Buat Kaum Belia dan album Berita Cuaca pada tahun 1982.
  • Dan Album terakhir Kami Anak Negeri Ini pada tahun 1983.

Walaupun tidak secara resmi menyatakan bubar, grup Lemon Tree’s Anno 69 akhirnya vakum dari dunia permusikan Indonesia karena kesibukan masing-masing personilnya.

Gombloh sendiri sibuk bersolo karir dengan banyak menerbitkan album, seperti Gila (1983), Setengah Gila (1984), Semakin Gila (1986), Apel (1986), Apa itu tidak Edan (1987).

Gombloh akhirnya meninggal dunia di Surabaya pada tanggal 09 Januari 1988 setelah lama menderita penyakit pada paru-parunya.(Prst)

Sumber : Wikipedia

Tinggalkan Balasan