PANDEGLANG TERASDEPOK.COM — Operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, belum membuahkan hasil hingga Selasa (8/9/2026) malam.
Hingga Rabu (9/9/2026) dini hari, belum ada laporan resmi mengenai keberadaan speedboat maupun tujuh orang yang berada di dalamnya. Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu.
Informasi terbaru disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. Ia mengatakan Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus memaksimalkan pencarian dengan mengerahkan personel serta sarana yang tersedia.
“Polri akan terus berkolaborasi dan memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian ini. Kami berharap seluruh awak media dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Isir.
Pencarian Berlangsung hingga 22.31 WIB
Pencarian pada Selasa malam dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, Ditpolairud Polda Banten dan unsur Polri lainnya.
Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Banten AKBP Lis Handayana mengatakan operasi pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 22.31 WIB. Setelah itu, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu.
“Untuk sementara waktu pencarian diberhentikan dan besok hari akan kami lanjutkan kembali,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Banten mengerahkan 23 personel, terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten dan 16 personel Basarnas Banten. Operasi juga didukung kapal Basarnas KN Tetuka yang bergerak menuju wilayah pencarian.
Berangkat Liputan Anak Krakatau
Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB, ketika salah seorang anggota rombongan mengirimkan lokasi kepada rekannya.
Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut terputus. Titik terakhir yang diduga menjadi lokasi speedboat berada di perairan Selat Sunda.
Data sementara Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masuk dalam daftar pencarian. Mereka antara lain M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN ANTARA; Ari Basuki dari Merdeka; Yudhis dari iNews; Daus dari Anadolu; dan Donal, pewarta lepas. Dua orang lainnya masih dalam proses pendataan.
Basarnas Hadapi Risiko Aktivitas Vulkanik
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso memastikan pencarian akan kembali dilakukan. Namun, operasi menghadapi tantangan karena lokasi pencarian berada di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif dan aktivitas vulkaniknya bersifat fluktuatif.
“Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin,” kata Edy.
Kondisi Gunung Anak Krakatau sendiri menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasi SAR. Meski aktivitas vulkanik dilaporkan mulai menurun dan kembali ke fase Strombolian, status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.
Belum Ada Kepastian Nasib Para Jurnalis
Hingga informasi terbaru yang disampaikan aparat pada Rabu dini hari, belum ada konfirmasi mengenai penemuan speedboat maupun tujuh orang yang dilaporkan hilang kontak tersebut.
Polri, Basarnas dan unsur terkait akan kembali menggelar pencarian pada Rabu dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan keselamatan personel.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius komunitas pers. Pewarta Foto Indonesia (PFI) juga menyatakan terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dan memperkuat koordinasi untuk mendukung pencarian para jurnalis yang hilang kontak.**S.Ragil)
Sumber ANTARA,Basarnas






Respon (1)