Berita Nasional

Viral, Curhat Mengharukan Manajer Kopdes MP Usai Pelatihan Semi Militer

×

Viral, Curhat Mengharukan Manajer Kopdes MP Usai Pelatihan Semi Militer

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pelatihan semi militer manajer KDMP (Kompas.com)

Jakarta — Terasdepok,com — Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih menuai keluhan dari sejumlah peserta calon manajer  yang telah dinyatakan lulus diklat. Mereka mempertanyakan kepastian surat keputusan (SK) dan penempatan kerja yang hingga kini belum ada kejelasan.

Curhat dan keluhan tersebut beredar luas di media sosian, salah satunya viral di akun @Tori_Irawan

“Bukan bersikap tidak sopan atau tidak bersyukur telah lulus jadi Manajer KDKMP. Tapi realistis saja bapak dan ibuk pimpinan yg terhormat. Kami di antara 30rb an Menejer mungkin sekitar 80% nya SEKARANG PENGANGGURAN GARA2 PROGRAM INI”tulis pemilik akun yang mengaku lolos seleksi Manajer KDMP.

“Karena semenjak mulai pelatihan Bela Negara bulan Juni kmrn, kami semua sudah resign dr tempat kerja lama. Jadi tolong KEJELASAN SK dan PENEMPATAN kami. Karena kami butuh PENGHASILAN untuk memberi makan n menghidupi keluarga n anak2 kami.”imbuhnya.

Senada dengan Tori Irawan, di akun Threads @anugrahsan juga mempertanyakan kelanjutan nasibnya.

“Aku manager kopdes, akhir Juli sudah selesai pelatihan tapi sampai saat ini kontrak belum ada, gaji belum tau bahkan gak tau nanti di tempatin dimna. Aku positif sama progam ini, tapi ayolah jgan sampai buat 30.000 manager ini menyerah sebelum berperang. Mungkin ada yang gak setuju aku speakup. Tapi maaf, nggak sedikit yang DM aku, sekedar curhat pasangan nya jadi manager kopdes tapi belum ad kejelasan. Bakal ada berapa banyak manager yang akan menyerah? berapa banyak APBN yang di gunakan akan terbuang sia2? Ayolah kasi statement resmi @kemenkop” tulisnya

Menanggapi kondisi Manajer Kopdes yang belum mendapat kejelasan nasib dan kelanjutan programnya, penggiat media sosial Eko Kuntadhi menyampaikan kritik tajam kepada pemerintah.

Berikut komentarnya yang diunggah di akun Facebook @eko.kuntadhi :

“Sebuah proyek yang dilaksanakan tanpa perencanaan matang, sudah pasti memakan korban. MBG dipenuhi berita keracunan. Sebagian investor dapur kini juga tidak tenang. Pembayaran kepada suplier makanan seret. KDMP juga sama. Para manajer yang kemarin direkrut dan dilatih ‘huha-huha!’ kini bingung. Resminya mereka sudah alumni guling-guling parit kemarin. Keterampilan baris berbaris jelas lebih hebat dari anak STM. Kemampuan nenteng ransel di tengah hutan juga sangat terlatih. Artinya mereka sudah memiliki kualifikasi prima untuk jadi manajer koperasi. Mereka berharap dapat penghasilan setelah mengikuti pelatihan manajer koperasi dengan konsep kicau mania itu. Wong, itu program pemerintah. Tapi, mereka mulai sadar. Pemerintah memang suka menyengsarakan rakyatnya. Mungkin karena pikiran orang-orang pemerintah terlalu besar. Bicara soal KDMP mereka selalu sibuk bisa cara soal sosialisme Indonesia melawan neolib. Atau ngomong konsep Probowonomic yang ‘apaan sih’ itu. Atau sibuk dengan jargon ‘hai antek-antek asing’ sambil terus menunduk pada kepentingan Trump. Para perancang KDMP lupa memikirkan setelah dilatih “huha-huha! ‘, apakah calon manajer koperasi sudah tidak butuh makan lagi? Setelah khatam cara guling-guling di comberan, apakah mereka bisa hidup tanpa penghasilan sama sekali? Soalisme Indonesia dalam diskusi. Manajer yang keleleran dalam kenyataan. Memberi makanan bergizi secara masif dalam konsep, wabah keracunan yang terjadi. Upah kupas bawang Rp700 ribu sekilo, upah jahit kain majun hanya Rp700 sekilo. Omong-omong besar menguap. Yang tersisa hanya endapannya untuk menjawab pertanyaan : gimana isi token listrik di rumah yang mulai berisik?” tulis Eko

KDMP menjadi program unggulan pemerintah di masa kepemimpinan Prabowo-Gibran. Kontroversi pelaksanaannya menarik perhatian publik, dari besarnya anggaran hingga pelaksanaannya yang masih simpang siur. ***

(Dprs/Erl)

Tinggalkan Balasan