Depok — Terasdepok.com — Erupsi gunung anak Krakatau di selat Sunda pada hari Sabtu malam hingga Minggu subuh mengakibatkan sejumlah daerah mengalami hujan abu. Tercatat wilayah Banten, Tangerang, Jakarta, Depok dan Bogor merasakan guyuran hujan abu pada Minggu pagi.
Material debu halus yang berbahaya bagi kesehatan bertebaran di jalan hingga pemukiman warga memerlukan tips khusus mengatasinya.
Abu vulkanik tidak bisa diperlakukan sama seperti debu biasa. Epidemiolog dan ahli kesehatan lingkungan dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan abu vulkanik mengandung silika yang dapat bersifat abrasif dan berbahaya jika masuk ke mata maupun saluran pernapasan.
Baca Juga : Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Mencapai Jakarta, Depok dan Bogor
“Abu vulkanik berbeda dengan abu atau debu biasa, karena mengandung silika seperti serpihan kaca tajam yang berbahaya merusak mata, hidung, dan mulut,” kata Dicky Budiman dikutip Tribun Style pada Minggu (6/9/2026).
Tips Khusus
Beberapa warga Jogjakarta yang akrab bertahun-tahun menghadapi hujan abu Gunung Merapi membagikan tips-nya untuk warga Banten hingga Bogor yang baru pertama kali menrasakan hujan abu.
“Abu vulkanik seperti bahan pembuat semen, kalau hanya disapu sisanya akan terbang ke lokasi lain. Kalau diguyur dengan air kemudian turun abu lain maka akan mengering seperti lapisan semen tipis. Tipsnya tunggu sampai hujan abu mereda, setelah itu baru diguyur air dan dikeringkan” jelas Sri Astuti warga Jogja yang sudah 50 tahun lebih tinggal di radius 30 km dari Gunung Merapi.
Tidak hanya di lantai, debu juga menempel di kaca rumah dan mobil. Sarjono warga Sleman, Yogyakarta menambahkan tips khusus untuk abu Gunung Merapi yang sering melanda pemukimannya.
“Kedaraan bermotor menjadi benda yang rentan terkena abu vulkanik. Kaca, lubang udara mesin dan body menjadi sasaran abu hingga ke sela-sela yang tidak terlihat. Tipsnya semprot memakai air bertekanan tinggi (steam) tapi jangan memakai lap. Abu dan air yang dilap akan menggores kaca dan cat kendaraan. Setelah disemprot, cukup diangin-angin saja tunggu sampai kering” jelas Sarjono.
Prioritaskan Kesehatan Warga
Subangun warga Jogja lain menjelaskan faktor kesehatan warga seharusnya menjadi prioritas dijaga dibanding benda lain.
“Debu yang menempel di daun dan pohon hanya bisa hilan dengan hujan. Usahakan saat keluar rumah menggunakan masker dan kaca mata. Jangan sesekali mengucek mata apabila terasa terkena abu vulkanik, itu bisa menyebabkan luka iriasi. Cobalah basuh dengan air mineral di seputar wajah. Pokoknya kalau keluar rumah usahakan membawa botol air mineral untuk jaga-jaga.” papar Subangun.**
(Dprs/Erl)








