Bekasi — Terasdepok.com — Pemilihan pejabat langsung oleh masyarakat menjadi tradisi politik yang menyimpan banyak fenomena. Salah satunya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat.
Nama Surya bin Samid menyita perhatian publik setelah memenangkan Pilkades Desa Mekarwangi dengan dramatis. Pria ini sehari-hari bergelut dengan sampah yang dibuang kawasan industri, memilah sampah kemudian menjualnya.
Dari pekerjaan yang sederhana tersebut, Surya punya visi menjadi seorang pemimpin di tingkat Desa. Surya maju sebagai calon kepala desa menantang calon petahana yang secara kapasitas, ekonomi di atas dirinya.
Baca Juga : Skandal Pungli Food Truk Bolosego, Dimana Peran Kementrian UMKM ?
Kemenangan Tipis
Surya, calon nomor urut 1, memperoleh 4.117 suara. Ia mengungguli calon petahana yang meraih 4.015 suara. Selisih 112 suara tersebut tergolong tipis untuk ukuran Pilkades.
Kepercayaan masyarakat kepada Surya yang dianggap jujur dan amanah berhasil mencuri suara mayoritas warga yang selama ini sudah mendukung Cakades petahana
Kemenangan itu terasa istimewa karena Surya bukan berasal dari kalangan berada. Ia bersama istrinya, Ratih Ratna Sari, selama ini menjalankan usaha memilah dan mengumpulkan barang bekas dari kawasan industri.
Barang-barang yang masih memiliki nilai ekonomis dikumpulkan, dipilah, kemudian dijual kembali. Tempat usahanya pun bukan milik sendiri, melainkan menyewa lahan di belakang rumah.
Dalam kondisi tersebut, Surya memberanikan diri maju dalam kontestasi kepala desa untuk mengabdi pada masyarakat sekitar.
Baca Juga : KDM Turun Tangan Atasi Siswa Depok Cari Sumbangan Biaya Sekolah ke Lamongan
“Saya kaget. Kalau melihat keadaan saya, sangat-sangat tidak mungkin bisa meraih keberhasilan seperti ini. Tapi saya memang dari hati ingin mengabdi dan membangun Desa Mekarwangi,” ujar Surya, Rabu (23/9).
Pengabdian Kepada Masyarakat
Ia mengaku sejak awal memang menargetkan kemenangan, bukan sekadar ikut meramaikan Pilkades.
“Saya ingin menang. Saya ingin berhasil dan ngabdi kepada masyarakat,” katanya.
Berbekal tekad tersebut membuatnya tidak gentar meski harus berhadapan dengan calon lain yang secara finansial dinilai lebih siap.
“Saya tidak takut. Saya punya keyakinan bahwa rezeki bukan manusia yang menentukan. Allah yang menentukan rezeki seseorang,” tuturnya.
Di rumah sederhana berukuran sekitar 6 x 8 meter di Kampung Rawa Banteng, Dusun III, RT 001/RW 02, Desa Mekarwangi, kehidupan Surya dan keluarganya berlangsung jauh dari kesan mewah. Rumah tersebut dihuni delapan orang, yakni Surya, istrinya, lima anak, serta seorang mertua.
Baca Juga : Viral Bupati Kukar Tabur Benih Padi di Air Danau, Metode Tabela Dar dengan Varietas Inpari 32
Kesederhanaan Membawa Berkah
Ratih Ratna Sari, istri Surya, mengungkapkan pendapatan dari usaha pilah sampah tidak menentu. Dalam kondisi ramai, hasil penjualan barang bekas bisa mencapai sekitar Rp 1,5 juta per minggu. Namun ketika sepi, hasilnya bisa turun hingga sekitar Rp 700 ribu
“Suami saya kerja ambil barang dari pabrik, lalu sampah yang masih bisa dijual kami pilah. Saya dan ibu saya biasanya memilah di sini,” kata Ratih.
Barang yang dikumpulkan antara lain kardus, botol plastik, serta material bekas dari kawasan industri. Sebagian barang bahkan diperoleh dari limbah pabrik yang masih dapat dimanfaatkan.
Usaha itu dikerjakan bersama beberapa orang. Surya bertugas mengambil barang dari kawasan industri, sementara istrinya dan pekerja membantu memilah.
Baca Juga : Walikota Depok Buka Sayembara Berhadiah Rp1 Juta untuk Warga yang Menangkap Pembuang Sampah Sembarangan
Sebagai kepala desa terpilih, Surya membawa sejumlah program. Ia ingin membangun desa secara transparan, membuka akses lapangan pekerjaan bagi pemuda melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta membenahi persoalan infrastruktur.
Sejumlah titik yang rawan banjir, drainase dan jalan di lingkungan warga menjadi perhatian. Ia juga berencana membantu warga dalam kebutuhan pemulasaraan jenazah, termasuk penyediaan kain kafan agar keluarga yang sedang berduka tidak semakin terbebani.***
Sumber : kumparan.com
(Dprs/Erl)









