TERASDEPOK.COM – Depok | Sejarah pendidikan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta, mendapat tempat istimewa di dunia akademik internasional. Salinan ijazah perguruan tinggi tokoh proklamator tersebut dipajang secara permanen di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda.
Penghormatan itu menjadi pengingat perjalanan intelektual Bung Hatta yang pernah menempuh pendidikan ekonomi di Rotterdam sebelum kembali ke Tanah Air dan terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (7/10/2026), salinan ijazah Bung Hatta beserta ringkasan biografinya dipajang di Hatta Building, salah satu bangunan di lingkungan kampus Woudestein, Erasmus University Rotterdam.
Bangunan tersebut didirikan pada 2009 dan kini difungsikan sebagai asrama mahasiswa. Nama Hatta diabadikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan kampus tersebut.
Menempuh Pendidikan Ekonomi di Rotterdam
Perjalanan pendidikan Bung Hatta di Belanda dimulai pada 1921. Berdasarkan catatan biografi yang dikutip CNBC Indonesia, Hatta tiba di Belanda pada 5 September 1921 untuk melanjutkan pendidikan di Handels Hoogeschool, atau Sekolah Tinggi Ekonomi, di Rotterdam.
Pilihan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektual Hatta. Pendidikan ekonomi yang ditempuhnya turut membentuk pemikiran mengenai perekonomian nasional, kesejahteraan rakyat, dan pentingnya kemandirian bangsa.
Sebelum berangkat ke Belanda, Hatta menyelesaikan pendidikan MULO, sekolah menengah pada masa kolonial, di Padang pada 1919. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Prins Hendrik School (PHS) di Batavia, yang memiliki jalur pendidikan perdagangan.
Keputusan untuk belajar di Rotterdam juga menunjukkan kuatnya tekad Hatta dalam memperluas wawasan dan pengetahuan. Pengalaman akademiknya di Eropa kelak menjadi salah satu bekal dalam perjalanan politik dan perjuangannya bagi Indonesia.
Jejak Bung Hatta Sempat Tidak Banyak Diketahui
Keberadaan Hatta Building dan dokumentasi pendidikan Bung Hatta di lingkungan kampus Erasmus University Rotterdam sempat tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Menurut laporan CNBC Indonesia, pihak keluarga Bung Hatta baru memperoleh informasi resmi mengenai keberadaan gedung tersebut pada 2014, dengan bantuan Kwik Kian Gie, alumnus Erasmus University Rotterdam.
Fakta ini memperlihatkan bahwa hubungan historis antara tokoh Indonesia dan institusi pendidikan di luar negeri masih menyimpan cerita yang belum banyak diketahui publik.
Pemajangan salinan ijazah tersebut bukan sekadar dokumentasi akademik, melainkan juga bentuk pengakuan terhadap perjalanan pendidikan seorang tokoh yang memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia.
Dari Kampus di Belanda untuk Indonesia
Bung Hatta dikenal sebagai salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia bersama Soekarno. Ia kemudian menjadi wakil presiden pertama Republik Indonesia dan turut berperan dalam membangun fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menariknya, penghormatan dari institusi pendidikan di Belanda itu diberikan kepada sosok yang semasa hidupnya dikenal gigih menentang kolonialisme.
Perjalanan Hatta menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi bekal untuk memahami persoalan bangsa sekaligus memperjuangkan kemerdekaan dan kesejahteraan masyarakat.
Kini, jejak pendidikan Hatta tetap terpelihara di kampus tempat ia pernah menimba ilmu. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi seorang tokoh tidak berhenti ketika ia meninggalkan ruang kelas, tetapi dapat terus dikenang melalui gagasan, perjuangan, dan pengaruhnya terhadap generasi berikutnya.**(S.Ragil)
Sumber:CNBC Indonesia, 7 Oktober 2026; Warta Ekonomi, 9 Oktober 2026