Jakarta — terasdepok.com –Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Wahyu Chandra Kusuma, M.Hum., mengajak Gerakan Pemuda Marhaenis untuk terus menghidupkan semangat perjuangan Bung Karno, memperkuat pengamalan Pancasila, dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut disampaikan Wahyu dalam sambutannya pada pembukaan Kongres X Gerakan Pemuda Marhaenis, Rabu (28/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Wahyu menyampaikan salam hormat dari Menteri Dalam Negeri yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena mendapat penugasan menghadiri kegiatan tersebut dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga : Pesan Megawati dalam Pembukaan Kongres GPM : Pelajari Marhaenisme dan Berziarah ke Makam Bung Karno
Marhaenisme Berangkat dari Kehidupan Rakyat Kecil
Dalam sambutannya, Wahyu menceritakan pengalamannya mengenal pemikiran Bung Karno melalui kisah sang kakek yang berprofesi sebagai petani di Desa Pujon, Kabupaten Malang.
Ia mengenang foto Bung Karno yang terpampang di rumah kakeknya. Dari sang kakek pula, ia mengenal semangat perjuangan Marhaenisme dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pribadinya dalam memahami pemikiran Bung Karno, terutama mengenai kehidupan petani dan persoalan kesejahteraan masyarakat.
Wahyu kemudian mengaitkannya dengan kisah Bung Karno ketika bertemu seorang petani di kawasan Bandung pada masa perjuangan. Petani tersebut menggarap lahannya sendiri, tetapi kehidupannya belum sejahtera.
Kondisi itu menjadi salah satu latar belakang pemikiran Bung Karno mengenai Marhaenisme, yang menyoroti persoalan ketidakadilan sosial dan kehidupan rakyat kecil.
Baca Juga : Pidato Hasto Kristiyanto dalam Pembukaan Kongres GPM : Marhaenisme Landasan Perjuangan Membela Rakyat Kecil
Menurut Wahyu, semangat tersebut harus terus dipahami generasi muda dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pancasila sebagai Pedoman Perjuangan
Wahyu menekankan pentingnya memahami Pancasila sebagai nilai yang berakar pada kehidupan masyarakat Nusantara
Ia mengingatkan bahwa Bung Karno menjelaskan Pancasila bukan sebagai sesuatu yang sekadar ditemukan, melainkan digali dari nilai-nilai yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia.
Karena itu, Pancasila harus menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik bagi penyelenggara pemerintahan maupun masyarakat.
Ia menilai pemikiran Bung Karno perlu dipahami secara mendalam agar tidak berhenti sebagai slogan atau identitas organisasi, tetapi menjadi landasan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.
Semangat Marhaenisme juga berkaitan dengan upaya melawan eksploitasi dan memperjuangkan kehidupan masyarakat yang lebih adil.
Pemerintah Adalah Pelayan Rakyat
Dalam sambutannya, Wahyu mengingatkan bahwa pemerintah pada hakikatnya merupakan pelayan masyarakat. Ia menggambarkan aparatur pemerintah sebagai pihak yang bekerja untuk memenuhi kepentingan rakyat.
Menurutnya, jabatan dan kewenangan harus dijalankan sebagai amanah, bukan sebagai alasan untuk menempatkan pemerintah di atas masyarakat.
Ia mengajak generasi muda agar memiliki keberanian dan kegigihan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan.
Semangat perjuangan Bung Karno harus tercermin dalam keberanian menyampaikan gagasan, menjaga kepentingan rakyat, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
Ingatkan Pemuda agar Tidak Terlena Kekayaan Alam
Wahyu turut mengingatkan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan alam dan keberagaman yang besar. Namun, kelimpahan tersebut tidak boleh membuat masyarakat terlena dan kehilangan semangat untuk maju.
Ia menyinggung kisah negeri Uttarakuru sebagai refleksi tentang kehidupan yang serba berkecukupan, tetapi berpotensi membuat masyarakat kurang terdorong untuk mengembangkan diri.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar generasi muda tetap memiliki etos kerja, semangat belajar, dan keinginan untuk memperbaiki keadaan.
Menurutnya, kekayaan alam harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia, kerja keras, dan kesadaran untuk membangun masa depan bangsa.
Wahyu mengajak Gerakan Pemuda Marhaenis menjaga semangat perjuangan agar tidak melemah di tengah kenyamanan dan berbagai kemudahan yang tersedia.
Dorong Kolaborasi Organisasi Kemasyarakatan
Pada bagian akhir sambutannya, Wahyu menyampaikan bahwa Kemendagri melihat berbagai organisasi kemasyarakatan mulai mengembangkan gagasan dengan berlandaskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan.
Dalam kapasitasnya sebagai Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, ia berharap hubungan dengan Gerakan Pemuda Marhaenis dapat berlanjut melalui komunikasi dan kerja sama yang berkesinambungan.
Ia mendorong organisasi kemasyarakatan membangun kolaborasi, baik dengan sesama organisasi maupun dengan pemerintah, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pertemuan dalam Kongres X Gerakan Pemuda Marhaenis tidak seharusnya berhenti pada satu momentum, melainkan dapat menjadi awal penguatan kerja sama.
Melalui kongres tersebut, semangat perjuangan Bung Karno diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan sosial, dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia**
(Dprs/Srt)









