Jakarta — Terasdepok.com — Hadir dalam acara Pembukaan Kongres X Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kritiyanto mengajak para pemuda untuk menghidupkan kembali pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Hal tersebut disampaikan dalam pidato sambutannya di Pendapa Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (28/10/2026). Hasto memaparkan bahwa Marhaenisme adalah landasan perjuangan membela rakyat kecil dan mewujudkan keadilan sosial.
“Berbicara Marhaenisme artinya kita bicara tentang filsafat pembebasan rakyat tertindas,” pesan Hasto
Ia juga menyoroti konsentrasi ekonomi yang dinilainya masih banyak dikuasai kelompok elite dan oligarki. Karena itu, semangat Marhaenisme perlu menjadi inspirasi untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Baca Juga : Rocky Gerung : Ideologi Marhaenisme Arah Baru Nasionalisme Bagi Anak Muda
Hasto juga menegaskan pentingnya membangun ketahanan organisasi melalui pendidikan ideologi dan kedisiplinan kader
“Ketahanan organisasi tidak dibangun hanya dari struktur, tetapi dimulai dari ideologi, disiplin kaderisasi, dan kesadaran perjuangan. Organisasi yang memiliki fondasi ideologis kuat akan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan zaman dan dinamika nasional,” ujar Hasto.
Kongres GPM ke X yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda selain dihadiri Ketua Umum GPM Emir Moeis juga Ketua Dewan Pembina GPM William M. Tutuarima, Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning Proletariyati, Sekretaris Dewan Pakar PA GMNI Karyono, serta Jacobus K. Mayong Padang.
Kongres yang dihadiri oleh Direktur Organisasi Kemasyarakatan Kemendagri, Wahyu Chandra Kusuma Purwonegoro menjadi secara simbolis menjadi pengakuan keberadaan ormas GPM di bawah kepemimpinan Emir Moeis.
Sebelumnya sekelompok ormas juga menyelenggarakan Kongres dengan mengatasnamakan GPM pada bulan Juni 2026 di Istana Jembrana Bali. Menghasilkan anggota DPD-RI Arya Wredakarna sebagai Ketua Umum.









