Terasdepok.com | Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Hewan dengan ukuran yang bervariasi antara 16 mm sampai 35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia.
Kepala Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Decky Indrawan Junaedi, mengatakan, kuda laut di Indonesia bukan sekadar satwa laut yang unik, melainkan memiliki peran ekologis yang sangat vital.
Spesies kuda laut bertindak sebagai species indicator atau penanda alami dari kondisi kesehatan lingkungan perairan.
“Kuda laut ini adalah species indicator, karena dia sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air dan sangat sensitif terhadap pencemaran. Ada atau tidaknya kuda laut ini menjadi indikator penurunan kualitas lingkungan habitatnya” ujar Decky, dalam Lokakarya Eksplorasi Opsi Pengelolaan Penangkapan dan Perdagangan Kuda Laut Berkelanjutan di Indonesia, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Rantai Biota
Decky menjelaskan bahwa dengan melindungi populasi kuda laut, secara tidak langsung kita ikut menjaga keutuhan ekosistem laut yang lebih luas.
Dari sisi rantai makanan, kuda laut mengonsumsi krustasea kecil dan plankton, sehingga keberadaannya berfungsi menjaga keseimbangan agar tidak terjadi ledakan populasi plankton yang bisa merusak perairan.
Namun, tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menghindari praktik penangkapan langsung dari alam yang tidak terkendali. BRIN mendorong agar arah pengelolaan kuda laut bergeser ke ranah pemanfaatan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Jangan hanya pemanenan langsung di alam, pemanfaatan dan pengelolaan harus diarahkan ke yang lebih berkelanjutan. Opsi-opsi lain perlu didorong, misalnya ke aspek wisata bahari, fotografi, dan sebagainya. Ketika kita bicara konservasi, BRIN melihatnya tentu saja bukan hanya sekadar perlindungan, tetapi kita harus bisa memanfaatkannya secara berkelanjutan.” kata Decky seperti dikutip dari Brin.go.id.
Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua di dunia dalam hal kekayaan keanekaragaman hayati, termasuk kepemilikan bagi sedikitnya 13 spesies kuda laut. Mengingat karakter biologisnya yang unik, seperti kemampuan adaptasi kamuflase yang tinggi, hingga perilaku reproduksi unik, di mana pejantan yang aktif mengerami telur kuda laut menjadi objek penelitian yang sangat menarik.***(Prst)
Sumber : darilaut.id





