Jakarta — Terasdepok.com — Dinamika politik dan sosial di dalam beberapa bulan terakhir diwarnai dengan berbagai aksi demo. Massa dari berbagai elemen menyuarakan aspirasinya turun ke jalan melahirkan persoalan baru yang berdampak pada aktifitas masyarakat.
Di tengah maraknya aksi demonstrasi di Jakarta tersebut, Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) memilih melakukan aksi turun ke jalan dengan konsep kirab. Bergabungnya beberapa elemen masyarakat, aktivis dan relawan kebangsaan dalam aksi kirab merah putih disampaikan ketua umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) dalam saat ditemui awak media.
“Aksi demo sebagai penyaluran aspirasi masyarakat kita apresiasi, namun kita memilih jalan aksi kirab merah putih sebagai bentuk ritual nasionalis kebangsaan. Kita tidak menolak atau mendukung konstelasi politik apapun. Namun dengan kirab merah putih kami mengingatkan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tujuan akhir kita dalam aktivitas demo apapun” papar Gus Wal.
Bentangkan Kain Merah Putih
Kirab merah putih PNIB dengan mengusung kain merah putih sepanjang 300 meter rencananya akan dilaksanakan di Jakarta pada hari Minggu 25 Oktober 2026. Start pukul 07.00 WIB dari Bundaran HI menuju kawasan SCBD.
“Aksi kirab merah putih PNIB akan mengusung thema Parade Budaya Nusantara dalam rangka menyambut Hari Santri dan 98 tahun Sumpah Pemuda. Kami menjamin aksi tersebut tidak mengganggu aktifitas lalu lintas apalagi bergesekan dengan aparat keamanan. Sekali lagi aksi damai kami tidak ada kepentingan politik dukung mendukung. Semua kebutuhan kirab terpenuhi secara gotong royong yang menjadi tradisi di PNIB” imbuh Gus Wal.
Baca Juga : Kirab Merah Putih Bandar Lampung, PNIB : Jaga Persatuan dengan JASMERAH dan JASHIJAU
PNIB yang selama ini dikenal konsisten menggelar kirab merah putih berharap di bulan Oktober kali ini menjadi momentum bersatunya santri dan pemuda dalam menjaga semangat kebangsaan di tengah krisis multidimensi yang sedang terjadi.
“Krisis multidimensi semestinya tetap disikapi dengan optimis bahwa semua akan berlalu jika kita merasa menjadi tulang punggung negara. Pemuda dan santri punya peran penting menjaga bangsanya dari ideologi asing, terorisme, aksi intoleransi hingga terorisme. Tanpa peran mereka kita dari dulu sudah menjadi seperti Suriah, Afghanistan dan negara lain yang terpecah belah karena perang saudara dan ideologi” jelas Gus Wal.
Kita tunggu acara kirab merah putih dan parade budaya Nusantara PNIB di Jakarta. Mereka tidak hanya bernarasi tapi melakukan aksi cinta tanah air dan bangsa bukan demi menarik simpati, namun menjadi ruang refleksi kepada diri sendiri. Aksi diharap akan menularkan semangat yang sama kepada pada siapapun.
Selamat berkirab merah putih untuk PNIB***
(Dprs/Erl)









