Depok — Terasdepok.com — Dagongan adalah permainan olahraga tradisional Jawa Barat, dagong dalam bahasa sunda artinya dorong. Mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kekuatan untuk saling mendorong antara regu yang satu dengan regu yang lain.
Permainan Olahraga tradisional dagongan ini merupakan kebalikan dari permainan tarik tambang. Untuk tarik tambang dalam cara bermain dengan saling manarik, sedangkan untuk permainan dagongan, kedua regu saling mendorong sekuat tenaga untuk mencari kemenangan.
Tidak hanya Dagongan, ada juga permainan Egrang antar siswa SD tidak kalah seru diantara peserta dan penonton
Teriakan semangat dan wajah ceria mewarnai lomba olahraga tradisional dagongan di Kota Depok. Acara yang digelar untuk anak-anak diikuti pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kota Depok. Mereka mengikuti Festival Olahraga Tradisional Pelajar Tingkat Kota Depok Tahun 2026 yang digelar di Stadion Mini Sukatani, Kamis (03/09/26).
Baca Juga : Begini Cara Daftar Gratis Pelatihan Truck dan Taxi Driver ke Jepang untuk Warga Depok
Beragam permainan yang mengandalkan ketangkasan, keseimbangan, strategi, dan kerja sama tim menjadi bagian dari festival tersebut.
Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda di tengah eratnya keseharian anak-anak dengan gadget.
Warisan Budaya Leluhur
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, mengatakan olahraga tradisional merupakan aktivitas fisik yang menjadi bagian dari warisan budaya leluhur.
“Kita sama-sama ketahui bahwa olahraga tradisional itu adalah aktivitas fisik yang merupakan warisan budaya leluhur, yang di dalamnya mengandung unsur-unsur ketangkasan, permainan, juga kerja sama tim,” ujarnya di sela acara.
Baca Juga : Walikota Depok Buka Sayembara Berhadiah Rp1 Juta untuk Warga yang Menangkap Pembuang Sampah Sembarangan
Menurut Eko, festival tersebut memiliki sejumlah tujuan, mulai dari melestarikan budaya bangsa, menumbuhkan semangat berolahraga, hingga memupuk kebersamaan di kalangan pelajar.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengajak anak-anak meninggalkan gawai sejenak dan menikmati aktivitas bersama teman-temannya melalui permainan tradisional.
Para peserta yang tampil di tingkat kota sebelumnya telah melalui proses seleksi di tingkat kecamatan. Mekanisme seleksi diserahkan kepada Musyawarah Kerja Guru Olahraga di masing-masing kecamatan, baik melalui kegiatan serupa maupun seleksi untuk menentukan peserta terbaik.
Tidak hanya mengejar pengalaman bertanding, para pelajar yang berhasil menjadi juara juga berkesempatan melanjutkan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi.
Para pemenang tingkat Kota Depok akan mewakili daerah dalam Invitasi Olahraga Tradisional tingkat provinsi yang rencananya berlangsung di Kabupaten Bogor***
(Dprs/Erl)










Respon (2)