Depok — Terasdepok.com — Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Depok, Jawa Barat, belum beroperasi meski program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi dioperasikan pada 1 Oktober 2026. Pantauan awak media di tiga lokasi, yakni Kelurahan Kemirimuka, Tirtajaya, dan Cipayung, menunjukkan koperasi dalam kondisi tidak beroperasi.
Masing-masing Koperasi Kelurahan Merah Putih memiliki persoalan yang berbeda. Mulai dari permasalahan modal usaha hingga pengunduran diri ketua koperasi. Lantas, apa yang menyebabkan sejumlah KKMP di Depok belum beroperasi?
Terkendala modal
Koperasi Kelurahan Merah Putih Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, menjadi salah satu contoh koperasi yang belum menjalankan kegiatan usaha meski telah memiliki legalitas.
Dari luar, lokasi KKMP Tirtajaya bahkan tidak terlihat seperti gerai koperasi. Bangunan yang digunakan ternyata merupakan rumah pribadi salah seorang warga. Penanda yang menunjukkan rumah tersebut merupakan KKMP Tirtajaya hanya berupa plang di depan rumah dan spanduk di bagian dalam.
Baca Juga : Satpol PP Depok Jangkau 12 PPKS di 11 Kecamatan, Manusia Silver hingga Gelandangan Terjaring
Saat awak media berupaya masuk untuk mencari letak gerai koperasi, pemilik rumah bernama Hasan menyambut dan menjelaskan bahwa rumahnya sementara digunakan sebagai kantor KKMP Tirtajaya. Hasan mengatakan, koperasi tersebut belum pernah beroperasi karena belum memiliki modal untuk mendirikan tempat dan menjalankan usaha.
Bukan Modal Pemerintah
Saat ini KKMP Tirtajaya tengah menunggu pencairan pinjaman dari Bank Mandiri. Sebab modal koperasi bukan berupa modal langsung dari pemerintah.
“Belum sama sekali. Karena kan dari faktor anggaran modal kan itu kerja sama dengan Bank Mandiri. Jadi kan harus pinjam uang dulu ke Mandiri. Bukan dimodali oleh pemerintah. Kalau udah ada modal pemerintah udah pasti jalan,” ujar Hasan saat ditemui di rumahnya, Depok, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga : Cukai Minuman Manis Masuk RAPBN 2027, Pemerintah Bidik Penerimaan Rp1,6 Triliun
KKMP Tirtajaya telah dibentuk dengan bantuan Pemerintah Kota Depok. Namun, legalitas tersebut belum diikuti dengan kegiatan usaha karena pengurus masih harus memikirkan jenis usaha yang akan dikembangkan serta kemampuan koperasi membayar pinjaman bank.
Padahal, pendataan calon anggota sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Hanya saja, belum dimulai lantaran ketiadaan modal kerja tersebut.
“Kan koperasi itu kan identik istilahnya ada simpan pinjam segala macam ya? Terus keanggotaan, kan gitu? Kalau anggota waktu itu sudah ada pendataan, cuma masih vakum, belum dijalanin. Kenapa? Karena kan memang dari faktor modalnya harus pinjam ke Bank Mandiri,” jelas Hasan.
Oleh karenanya, untuk sementara waktu, rumah Hasan digunakan sebagai tempat administrasi KKMP Tirtajaya tanpa dipungut biaya sewa. Ia berharap, setelah modal dan rencana usaha tersedia, koperasi dapat mulai beroperasi dan menempati lokasi yang disiapkan di Gedung Kelurahan Tirtajaya.
Baca Juga : Simak Keseruan World Rivers Day di Bantaran Sungai Ciliwung Depok, Dari Pilah Sampah hingga Susur Sungai
“Kita cuma kayak bantu nyediain tempat. Ini aja kan saya bilang, pakai kantor saya aja sementara buat administrasi. Kalau misalnya nanti udah mulai berjalan ya silakan. Daripada kalau belum jalan mesti sewa ruko kan repot juga,” ucap dia.

Ketua Mundur Koperasi Cipayung Vakum
Berbeda dengan Tirtajaya, Koperasi Kelurahan Merah Putih Cipayung, sebenarnya sempat membuka gerai dan melayani pembeli. Namun, aktivitas tersebut tidak berlangsung lama.
Koperasi berhenti beroperasi setelah ketuanya mengundurkan diri beberapa bulan lalu. Hal ini diungkapkan Warga RT 06 RW 09 Kelurahan Cipayung, Nawawi, yang juga merupakan pegawai Dinas Sosial di Kelurahan Cipayung.
Baca Juga : Media Askar Soroti MBG dan Kopdes, Disebut Berkaitan dengan Persiapan Politik 2029
Ia memperkirakan koperasi sudah tidak beroperasi sekitar empat bulan terakhir. Gerai tersebut sempat dibuka kembali saat peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli.
“Ada empat bulanan lah enggak beroperasi,” kata dia.
Meski demikian, rencana untuk mengaktifkan kembali koperasi disebut masih ada. Pengurus masih berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk menunggu penetapan ketua baru.
Monitoring Dinas Koperasi
Nawawi juga menyebut Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok dijadwalkan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memeriksa aktivitas koperasi tersebut.
“Kalau rencana sih ada, cuma memang ketuanya belum ditentukan,” jawabnya ketika ditanya mengenai rencana KKMP Cipayung kembali beroperasi.
Sempat berjualan, tiba-tiba tutup Kondisi serupa juga ditemukan di Koperasi Kelurahan Merah Putih Kemirimuka, Kecamatan Beji. Gerai yang berada di tepi kali tersebut tampak tutup ketika didatangi awak media.
Untuk mencapainya, warga harus menyeberangi jembatan yang permukaannya telah disemen. Bagian depan gerai yang dicat merah putih tertutup rapat. Lantai keramik di terasnya tampak kotor, dengan jejak hitam menyerupai bekas roda sepeda atau sepeda motor.
Baca Juga : Kota Depok Raih Penghargaan dalam ASEAN Smoke-free Awards Sejajar dengan Kuala Lumpur
Satu-satunya penanda yang menunjukkan bangunan tersebut merupakan Koperasi Kelurahan Merah Putih adalah plang di bagian kanan depan gerai. Plang itu bertuliskan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kemiri Muka Kecamatan Beji, dilengkapi logo Kopdes Merah Putih dan gambar Presiden Prabowo Subianto.
Adi, warga yang tinggal tepat di seberang koperasi, mengatakan, gerai tersebut terakhir kali beroperasi sekitar dua bulan lalu.
“Ini pernah (beroperasi). Dua bulan yang lalu apa ya, pokoknya sekitar itu,” ujar Adi saat ditemui, Jumat.
Ketika sempat beroperasi, barang yang dijual belum tersedia dalam jumlah banyak. Pembeli yang datang pun masih sedikit. Hal serupa disampaikan Nining, pedagang warung kelontong yang juga berjualan tepat di seberang koperasi.

Selama dua bulan terakhir, Nining tidak pernah melihat gerai tersebut buka secara rutin untuk melayani pembeli. Ia hanya sesekali melihat seseorang datang pada sore hari, sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.
Namun, kedatangan orang tersebut hanya berlangsung beberapa menit untuk mengambil barang atau keperluan tertentu sebelum kembali menutup gerai.
“Kayak cuma ngambil gas, minyak, atau naruh sesuatu, tutup lagi gitu. Gak pernah buka gitu. Ya cuma paling berapa menit, 10 menit apa 5 menit, tutup lagi, pulang lagi orangnya,” kata Nining.
Padahal, menurut Nining, sejumlah barang sebenarnya sudah terpajang di dalam koperasi. Hanya saja, keberadaan barang-barang tersebut belum diikuti aktivitas jual beli yang berlangsung secara rutin.
Baca Juga : KDM Turun Tangan Atasi Siswa Depok Cari Sumbangan Biaya Sekolah ke Lamongan
Tanggapan Agrinas
Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, ketiga Koperasi Kelurahan Merah Putih tersebut bukan berada di bawah Agrinas sehingga dirinya tidak tahu-menahu mengenai operasional KKMP tersebut.
“Itu bukan koperasi Merah Putih yang di bawah Agrinas yang kita bangun, bukan. Kayaknya Depok hanya ada satu (KKMP yang di bawah Agrinas), setahu saya ya,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat.
Kendati demikian, ia menjelaskan, meski baru resmi dioperasikan pada 1 Oktober 2026 namun pengoperasian KKMP tidak dapat dilakukan serentak dalam satu hari.
“Saya juga bingung gitu. Mengoperasikan 28.000 koperasi itu per satu hari itu bagaimana caranya? Emang orangnya udah nyampe ke tempatnya?” kata dia.
Sumber : megapolitankompas.com
(Dprs/Erl)









