Jakarta – terasdepok.com | Kasus penganiayaan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron disesalkan banyak oleh pihak. Salah satunya dari Politisi PSI Joko Wahyono dalam pernyataannya yang mengecam tindakan anarkis tersebut.
“Kasus kriminal murni, bukan politis meskipun korbannya Bro Ron petinggi PSI. Upaya perdamaian memediasi persoalan penggelapan dana perusahaan yang dihalangi sejumlah preman merupakan tindakan anarkis yang harus diusut tuntas” kata Joko politisi senior PSI dari Jateng kepada awak media yang meminta tanggapannya.
PSI sebagai partai yang patuh aturan hukum menurut Joko sudah melakukan upaya audiensi sesuai prosedur untuk menyelesaikan persoalan. Sekelompok orang yang melakukan upaya intimidasi berpotensi masuk perbuatan melawan hukum.
“Upaya mediasi dan audiensi sudah sesuai aturan hukum. Situasi berubah menjadi pelanggaran hukum saat arogansi dikedepankan. Masalah sebelumnya tidak justru selesai timbul masalah baru” imbuh Joko.
Menurut Joko kasus penganiayaan tersebut bisa segera tuntas di jalur hukum. Dan tidak mengganggu agenda besar PSI untuk mendukung pemerintahan Prabowo Gibran hingga 2029.
“Meskipun banyak dinamika politik di eksternal, PSI tetap fokus mendukung Pemerintahan 5 tahun ini. PSI punya agenda lebih besar ke depannya dan kerikil-kerikil perjuangan itu biasa dalam organisasi” ujarnya.
PSI di bawah ketua umum Kaesang Pangarep banyak pihak memprediksi menjadi kuda hitam dalam Pemilu 2029. Dinamika politik internal dan eksternal Partai yang sedang mengarah ke PSI menjadi ujian kedewasaan partai yang mengusung konsep Partai Super Terbuka.
“Konsep Partai Super Terbuka intisari dari sistem Demokrasi. PSI akan besar dan dewasa karena konsisten menghadapi setiap gangguan dengan cara demokratis juga. Dan yang terpenting tetap dalam koridor hukum” pungkas Joko ***(Dprast)











