Pendidikan

Ketua ALPPI Mulyadi Pranowo Dorong Tokoh Masyarakat Depok Sumbang Karya Buku untuk Menambah Literasi Sekolah

×

Ketua ALPPI Mulyadi Pranowo Dorong Tokoh Masyarakat Depok Sumbang Karya Buku untuk Menambah Literasi Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ketua Aliansi Lembaga Peduli Pendidikan Indonesia (ALPPI), Mulyadi Pranowo (Foto Dok Grafis : terasdepokcom)

Depok — Terasdepok.com — Ketua Aliansi Lembaga Peduli Pendidikan Indonesia (ALPPI), Mulyadi Pranowo mengapresiasi penerbitan buku cerita edukasi tentang Sampah, Alam, dan Edukasi (SAE) karya Cing Ikah, istri Wali Kota Depok Supian Suri. Ia menilai buku edukasi dapat memperkaya bahan bacaan siswa sekaligus memperkuat budaya literasi di sekolah.

Mulyadi mendorong para tokoh, organisasi masyarakat lain dan kalangan pendidikan untuk ikut menerbitkan karya buku yaang diperuntukkan bagi siswa. Dengan mengangkat tema alam, lingkungan dan budaya lokal menjadi materi pembelajaran yang menarik bagi anak usia sekolah.

Baca Juga : Aliansi LSM Pendidikan Depok Audiensi ke Dewan, Soroti Monopoli Buku Sekolah

Menurut dia, pengembangan bahan bacaan perlu mendapat perhatian karena sekolah memiliki alokasi anggaran untuk pengembangan perpustakaan dan pengadaan buku sesuai ketentuan yang berlaku.

Alokasi Anggaran

Mulyadi menjelaskan, Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 mengatur alokasi minimal 10 persen dari total pagu Dana BOS Reguler dalam satu tahun anggaran untuk pengembangan perpustakaan. Dana tersebut termasuk pengadaan buku, bagi jenjang pendidikan dasar, menengah, dan kesetaraan.

“Buku cerita edukasi seperti SAE bisa menjadi bagian dari pengembangan perpustakaan. Yang penting, buku tersebut telah melalui penilaian sekolah atau dinas terkait dan mekanisme pengadaannya sesuai dengan ketentuan. ALPPI sangat mengapresiasi inisiatif Cing Ikah yang membuat buku cerita SAE,” ujar Mulyadi, Senin (19/10/2026)

Baca Juga : Depok Inventaris Anak Putus Sekolah, Salurkan ke Sekolah Tertentu

Ia menambahkan, kebutuhan pengadaan buku menggunakan Dana BOS harus direncanakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Pelaksanaannya juga wajib mengikuti mekanisme pengadaan yang berlaku, termasuk ketentuan penggunaan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah).

Mulyadi, yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, mencontohkan buku Pendidikan Lingkungan dan Budaya Lokal (PLBD) yang memperkenalkan budaya Kota Depok. Buku tersebut diprakarsai sejumlah organisasi masyarakat, salah satunya KOOD. Menjadi salah satu referensi untuk memperkaya koleksi bacaan sekolah sesuai kebutuhan pembelajaran.

Menurut Mulyadi, buku bertema lingkungan dan budaya lokal dapat membantu siswa mengenal persoalan di sekitarnya sekaligus menambah wawasan di luar materi pembelajaran utama.

Sumber : depok.voa.go.id

(Dprs/Erl)

Tinggalkan Balasan