BOYOLALI, TERASDEP0K.COM — Sebanyak 96 siswa SMP Negeri 6 Boyolali, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (20/8/2026).
Selain siswa, tiga guru dan satu tenaga tata usaha (TU) juga mengalami keluhan serupa. Dugaan keracunan tersebut masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan penyebabnya sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, FX Kristandyoko, mengatakan petugas Puskesmas Boyolali I telah diterjunkan untuk memeriksa kondisi siswa sekaligus melakukan penyelidikan epidemiologi.
Dari 96 siswa yang terdata mengalami keluhan, sebanyak 17 siswa masih merasakan gejala seperti mual, perut melilit, dan diare. Mereka mendapatkan pemeriksaan serta penanganan dari tim kesehatan Puskesmas Boyolali I.
Menu MBG yang disantap siswa pada Kamis pagi antara lain nasi putih, sup berisi makaroni, jamur, wortel dan daging ayam, tahu pong, serta buah. Makanan tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siswodipuran 2 Boyolali.
Gejala kesehatan mulai dirasakan sejumlah siswa beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Namun, Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan tersebut benar-benar berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.
Untuk memastikan penyebabnya, Dinkes Boyolali telah mengambil sampel makanan dan mengirimkannya ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Semarang. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di SMP Negeri 2 Boyolali. Sejumlah siswa di sekolah tersebut mengalami keluhan kesehatan setelah menerima menu MBG dari SPPG yang sama.
Sebagai langkah sementara, operasional SPPG Siswodipuran 2 dihentikan atau di-suspend sambil menunggu hasil pemeriksaan dan asesmen. SPPG tersebut sebelumnya melayani sekitar 2.426 penerima manfaat dari 12 sekolah dan satu posyandu.
Mulai Senin (24/8/2026), layanan MBG bagi penerima manfaat yang sebelumnya dilayani SPPG Siswodipuran 2 direncanakan dialihkan ke SPPG lain di wilayah Boyolali Kota.
Pemerintah daerah masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Karena itu, dugaan keracunan MBG di SMPN 6 Boyolali belum dapat dinyatakan sebagai keracunan yang telah terkonfirmasi secara laboratorium.**(S.Ragil)









