NTT — Terasdepok.com — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng di Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial. Video yang diunggah Alwi Johan, seorang socio-traveller di akun Tiktok @Alwi memperlihatkan kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan.
Empat ruangan sekolah tersebut dalam kondisi reyot, berlantai tanah, serta berdinding bambu yang banyak berlubang. Di dalam ruang kelas itu terlihat sejumlah siswa duduk di kursi dan bangku yang tidak sama dan meja darurat.
Baca Juga : Viral Anak SD Menyantap MBG di Depan Ruang Kelasnya yang Rubuh
SDN Mboeng yang tak pernah tersentuh perbaikan diungkapkan salah satu guru, Selviana Lantuk. Selviana mengungkapkan sekolah itu dibangun pada 2008. Menurut Selviana, terdapat empat ruangan dengan kondisi yang menyedihkan di sekolah itu.
“Yang darurat itu masih empat ruangan,” ujar
Terdapat 77 siswa di SDN Mboeng. Mereka siswa kelas 1-6. Jumlah guru di sekolah tersebut sebanyak 10 orang.
Baca Juga : Jejak Peninggalan Presiden Depok ke 9, Pernah Menggratiskan Pangan dan Pendidikan Bagi Warga
Dua ruangan darurat di SDN Mboeng digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa kelas 5 dan 6. Ruangan lain digunakan untuk kantor dan guru. Selviana menyebut terdapat empat ruang kelas permanen di sekolah tersebut. Digunakan untuk KBM siswa kelas 1-4.
Bantuan Smart TV
Dalam kondisi infrastruktur yang tidak terurus sekolahan tersebut justru mendapat bantuan TV layar sentuh (Smart TV) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Karena ketiadaan listrik di sekolah tersebut, bantuan dari Pemerintah Pusat tak bisa digunakan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Manggarai Timur Marsellus Manggas mengatakan perangkat tersebut merupakan bantuan langsung dari Kemendikdasmen. Disdikpora Manggarai Timur tidak terlibat dalam pengadaan Smart TV tersebut.
Baca Juga : Mahasiswa Wamena Bertaruh Nyawa untuk Kuliah dan Meraih Sarjana
“Papan interaktif digital itu langsung dari kementrian. Itu semua SD dan SMP dapat,” jelas Marsellus.
Marsellus juga buka suara terkait kondisi memprihatinkan SDN Mboeng yang viral di media sosial. Empat ruangan sekolah tersebut dalam kondisi reyot, berlantai tanah, serta berdinding bambu yang banyak berlubang.
Ruangan tersebut disebut tak pernah diperbaiki sejak dibangun pada 2008 atau 18 tahun lalu. Marsellus menegaskan SDN Mboeng sebenarnya sudah memiliki lima ruang kelas permanen. Menurut dia, ruangan yang viral di media sosial merupakan ruang kelas darurat.
“Yang viral itu ruangan darurat. Ada lima ruang kelas yang permanen,” kata Marsellus, Rabu (9/9/2026).
Lambannya Proses Revitalisasi
Ia mengatakan pihaknya sudah mengusulkan revitalisasi ruang darurat SDN Mboeng tersebut. Saat ini, usulan tersebut masih dalam proses verifikasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Tahun ini sudah diusulkan revitalisasi. Sementara sedang diverifikasi oleh Kementrian Pendidikan. Mudah-mudahan diaminin,” jelas dia.
Pembangunan dan pengembangan sekolah seharusnya fokus pada skala prioritas. Bantuan Smart TV belum terlalu mendesak dibanding bangunan sekolah yang tidak layak digunakan dan butuh revitalisasi***
Sumber : Detik.com
(Dprs/Irh)









