Berita Nasional

Menjadi Korban Tabrak Lari, Satrio Memilih Mengikhlaskan Gerobak Nasi Kuningnya yang Hancur

×

Menjadi Korban Tabrak Lari, Satrio Memilih Mengikhlaskan Gerobak Nasi Kuningnya yang Hancur

Sebarkan artikel ini
Hasil tangkapan layar peristiwa tabrak lari gerobak pedagang nasi kuning (Sumber : IG @inficileungsikita)

Kab Bogor – Terasdepok.com —– Seorang lelaki penjual nasi kuning beserta gerobaknya menjadi korban tabrak lari dari pengendara sepeda motor . Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Raya Narogong, depan SDN Klapanunggal 01, Cileungsu Kabupaten Bogor pada Selasa (21/7/26) sekitar pukul 05.00 pagi.

 

Dalam rekaman CCTV di lokasi kejadian memperlihatkan gerobak nasi kuning berjalan di bahu jalan. Dan sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi menghantam gerobak dari belakang. Lelaki pendorong gerobak yang diketahui bernama Satria beruntung tidak ikut tertabrak, namun gerobak dan dagangan nasi kuningnya hancur tidak berbentuk.

Baca Juga : Mahasiswa Wamena Bertaruh Nyawa untuk Kuliah dan Meraih Sarjana

Alih alih berhenti meminta maaf adan memberikan pertolongan, pengendara yang masih berada di tas motornya memilih kabur sambil melontarkan kalimat sumpah serapah. Pengendara berjaket hitam tersebut meninggalkan Satria yang berdiri masih terlihat syok terdiam melihat gerobaknya hancur.

Video rekaman CCTV yang bersumber dari IG @infocileungsikita ini telah ditonton lebih dari 10 ribu orang. Ribuan komentar bernada kemarahan kepada pelaku tabrak lari dan bersimpati kepada Satria yang memilih pasrah dan tidak berusaha mengejar penabrak gerobaknya.

Baca Juga : Viral Anak SD Menyantap MBG di Depan Ruang Kelasnya yang Rubuh

Masyarakat yang bersimpati kepada Satria mendatangi untuk memberikan bantuan memperbaiki gerobak nasi kuning yang menjadi sarana utama mencari nafkah. Satria kini memilih untuk mengikhlaskan kejadian tersebut dan tidak ingin memperpanjang persoalan dengan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Keluarga Satria juga menyampaikan permohonan agar masyarakat tidak lagi mendatangi kediamannya. Satria membutuhkan waktu istirahat agar bisa kembali berjualan seperti biasa. Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum berhasil menangkap pelakunya dan masih dalam proses identifikasi pelaku berdasarkan rekaman CCTV. (Dprs)

Tinggalkan Balasan