IndonesianaSerba Serbi

Penemuan Perahu Purba di Rembang, Lebih Tua Dari Borobudur

×

Penemuan Perahu Purba di Rembang, Lebih Tua Dari Borobudur

Sebarkan artikel ini
Situs Perahu Kuno di Punjulharjo rembang Jawa Tengah yang ditemukan pada tahun 2008 (Foto Dok. Kompas.com)

Rembang – Terasdepok.com — Rembang Kota di pesisir pantai Utara Pulau Jawa ini menyimpan banyak sejarah dan banyak peninggalan kampung Pecinan, di daerah Lasem yg berdekatan dengan Rembang dan banyak lagi penemuan artefak purbakala.

Sebagai tempat di pesisir pantai Utara dekat dengan Lasem besar kemungkinan dulu kota ini menjadi pelabuhan transit para pedagang dari luar daerah sebelum ke daerah kerajaan di Jawa pada era dan masanya.

Sebuah desa di pesisir pantai utara Jawa yang terdapat banyak tambak garam sebagai sumber penghidupan warga mendadak jadi terkenal setelah ditemukannya sebuah kerangka perahu kuno. Desa itu bernama Punjulharjo yang berlokasi di Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Baca Juga : Marlina Chlara Sesa, Pilot Perempuan Papua Pertama Berlisensi Airbus A320

Kisah Penemuan

Kisah bermula pada 26 Juli 2008, ketika penduduk desa Punjulharjo tanpa sengaja menemukan bangkai perahu pada kedalaman dua meter dalam posisi membujur timur-barat, saat hendak menggali tanah untuk membuat tambak garam.

Penemuan ini pun menarik perhatian berbagai pihak terkait. Di antaranya Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, Balai Arkeologi Yogyakarta. Juga Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Direktorat Peninggalan Bawah Air, yang meninjau lokasi untuk upaya penelitian dan pelestarian perahu.

Dari kajian para arkeolog dilaporkan, berdasarkan konstruksinya diperkirakan benda kuno tersebut merupakan perahu tradisional dari wilayah Nusantara, dan bukan jenis perahu yang berasal dari China. Sedangkan bahan perahu adalah jenis kayu ulin yang banyak ditemukan di Pulau Kalimantan.

Baca Juga : Terkuak, Kata Depok Singkatan dari Organisasi Kristen Protestan Pertama dalam Bahasa Belanda

Perkiraan Usia

Dilansir Punjulharjo-rembang.desa.id, awalnya penemuan ini diperkirakan pada masa Majapahit namun setelah melalui kajian carbon dating. Hasilnya menunjukkan bahwa kapal tersebut berasal dari abad ke-7 Masehi, lebih tua dari Candi Borobudur yang baru dibangun sekitar abad ke-9 Masehi.

Hal itu membuktikan bahwa negeri ini sebenarnya telah memiliki kekuatan yang besar pada masa lalu dalam membangun peradaban bangsa. Masa itu sezaman dengan awal perkembangan Mataram kuno di Jawa dan awal masa Sriwijaya di Sumatra.

Di dalam perahu yang masih berbentuk utuh dan kondisinya lengkap itu juga ditemukan kepala arca wanita berparas etnis Tionghoa. Terbuat dari batu, patahan tongkat kayu sepanjang sekitar 40 sentimeter, tulang manusia, dan sejumlah peralatan dapur.

Baca Juga : Jangan Mudah Percaya Mitos, Kenali 3 Cara Membedakan Madu Asli dan Palsu

Sedangkan cagarbudaya.kemdikbud.go.id menyebut belum dapat dipastikan apakah perahu ini merupakan kapal dagang antara Jawa dan Sumatra. Namun, berdasarkan ukuran dan proporsi perahu, yaitu panjang sekitar 15 meter dan lebar sekitar 5 meter (sehingga proporsi 1:3). Kemungkinan sebagai perahu dagang sangat mungkin, bahkan untuk mengarungi lautan dalam jarak jauh.

Situs tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Dengan SK Penetapan PM.57/PW.007/MKP/2010 pada tanggal 22 Juni 2010 dengan nama Perahu Kuno Rembang. (Dprst)

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan