Jakarta – Terasdepok.com – Survei nasional terbaru yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa tingkat pengenalan masyarakat terhadap dua program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), sudah sangat tinggi. Meski demikian, mayoritas responden memberikan penilaian negatif terhadap pelaksanaan maupun prospek kedua program tersebut.
Survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 itu melibatkan 749 responden dari seluruh Indonesia. Sebanyak 605 responden diwawancarai melalui telepon dan 144 responden melalui tatap muka. SMRC menyebut survei memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei mencatat sebanyak 95,4 persen masyarakat mengaku mengetahui atau pernah mendengar program MBG. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan survei sebelumnya yang juga menunjukkan tingkat pengenalan program di atas 95 persen.
Baca Juga : Viral Anak SD Menyantap MBG di Depan Ruang Kelasnya yang Rubuh
Namun, dari kelompok yang mengetahui program tersebut, hanya 33,8 persen yang menyatakan sangat puas atau cukup puas terhadap pelaksanaan MBG. Sebaliknya, 61,6 persen responden mengaku kurang puas atau tidak puas, sementara 4,6 persen tidak memberikan jawaban.
Trend Penurunan
SMRC juga mencatat tren penurunan kepuasan terhadap program MBG dalam sembilan bulan terakhir. Tingkat kepuasan turun dari 62,5 persen pada survei November 2025 menjadi 33,8 persen pada Juli 2026. Di saat yang sama, tingkat ketidakpuasan meningkat dari 33,9 persen menjadi 61,6 persen.
Sementara itu, tingkat pengenalan masyarakat terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga meningkat signifikan. Sebanyak 76,9 persen responden menyatakan mengetahui program tersebut, naik dibandingkan 51,5 persen pada survei November 2025.
Baca Juga : MBG: Antara Harapan Besar dan Krisis Tata Kelola
Meski demikian, optimisme publik terhadap keberhasilan KDMP masih rendah. Dari responden yang mengetahui program tersebut, hanya 25 persen yang yakin koperasi di daerahnya akan berkembang atau maju. Sebaliknya, 61,1 persen menyatakan kurang yakin atau tidak yakin, sedangkan 13,9 persen tidak memberikan pendapat.
SMRC juga menemukan bahwa tingkat keyakinan terhadap keberhasilan KDMP mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya. Pada November 2025, sebanyak 43,3 persen responden optimistis terhadap masa depan KDMP, namun angka tersebut turun menjadi 25 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, tingkat pesimisme meningkat dari 43,5 persen menjadi 61,1 persen.
Dalam kesimpulannya, SMRC menyatakan bahwa kedua program prioritas pemerintah tersebut telah dikenal luas oleh masyarakat. Akan tetapi, persepsi publik terhadap implementasi MBG maupun prospek pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih didominasi sentimen negatif.
Sumber : SMRC











