Berita Nasional

Survei IPO: Raja Juli Antoni dan Natalius Pigai Disorot dalam Penilaian Kinerja Menteri

×

Survei IPO: Raja Juli Antoni dan Natalius Pigai Disorot dalam Penilaian Kinerja Menteri

Sebarkan artikel ini

TERASDEPOK.COM, JAKARTA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjadi dua nama yang paling banyak disebut responden ketika menilai menteri dengan kinerja paling buruk. Temuan tersebut berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam survei bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih itu, Raja Juli Antoni memperoleh angka 36,6 persen. Sementara itu, Natalius Pigai berada di posisi berikutnya dengan 21,8 persen.

Hasil tersebut menggambarkan persepsi responden terhadap kinerja para menteri dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun kabinet berjalan.

Sejumlah Menteri Lain Turut Mendapat Penilaian Negatif

Selain Raja Juli Antoni dan Natalius Pigai, survei IPO mencatat sejumlah nama lain yang dinilai responden memiliki kinerja paling buruk.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memperoleh 9,4 persen. Berikutnya, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono mendapat 8,3 persen, sedangkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memperoleh 6,5 persen.

Selanjutnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meraih 5,7 persen dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebesar 5,3 persen.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memperoleh 4,2 persen, sementara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendapatkan 3,9 persen.

Dalam kategori ini, sebanyak 32,5 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Survei Libatkan 1.200 Responden

Survei IPO dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari berbagai wilayah di Indonesia.

Penelitian tersebut menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Responden diminta menyebutkan nama menteri yang menurut mereka memiliki kinerja paling buruk. Karena itu, angka yang dihasilkan mencerminkan penilaian atau persepsi responden terhadap para menteri, bukan pengukuran langsung atas seluruh indikator kinerja kementerian.

IPO Soroti Pentingnya Evaluasi Kabinet

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra menilai persepsi negatif masyarakat terhadap sejumlah menteri perlu menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Dedi, hasil survei tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden Prabowo Subianto dalam mengevaluasi kinerja jajaran kabinet, termasuk kemungkinan melakukan perombakan atau reshuffle.

Ia juga mengingatkan bahwa persepsi publik terhadap para pembantu presiden perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.

Meski demikian, hasil survei perlu ditempatkan sesuai konteks metodologi dan pertanyaan yang diajukan kepada responden. Penilaian publik merupakan salah satu bahan evaluasi, sementara penilaian menyeluruh terhadap kinerja menteri juga memerlukan pemeriksaan atas program, capaian, dan tanggung jawab masing-masing kementerian.

Sumber: Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO), dikutip dari laporan Tirto.id, 24 Oktober 2026.***( S.Ragil)

Tinggalkan Balasan