Jakarta — Terasdepok.com — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto manyampaikan kritik tajam terkait sistem dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem tidak bekerja ketika kasus keracunan siswa terus berulang terjadi.
Hal demikian dikatakan Hasto saat menjawab pertanyaan awak media soal kasus keracunan siswa setelah menyantap menu MBG di Jakarta, Senin (17/8).
“Ya, ini persoalan yang sejak awal terjadi. Ketika persoalan itu berulang-ulang, artinya sistem tidak bekerja,” kata Hasto dalam siaran persnya, Selasa (18/8).
Baca Juga :Pemerintah Izinkan Pesantren dengan Lebih dari 1.000 Santri Bangun Dapur MBG Sendiri
Hasto mengatakan kontrol terhadap mutu makanan tentu tidak bekerja ketika terus terjadi kasus keracunan seusai santap menu MBG. Dia mengatakan kontrol tidak bekerja ini sebagai akibat aksi pemburu rente, sehingga perlu ada evaluasi total di program MBG.
“Sebab di situ ada pemburu rente. Inilah yang kemudian harus dilakukan revisi secara total,” katanya.
PDIP, kata Hasto, memiliki konsep partisipasi rakyat ketika ingin membantu pemenuhan gizi masyarakat. Dia mengatakan langkah itu dilakukan Tri Rismaharini ketika menjabat Wali Kota Surabaya hingga Abdullah Azwar Anas saat mengemban amanah Bupati Banyuwangi.
Baca Juga : Dari Mana Indonesia Membiayai Program MBG Pasca Putusan MK ?
“Jadi, jangan anggap bahwa program pemberian makanan bergizi itu sebagai satu yang top-down. Itu harus melibatkan rakyat,” ujar Hasto
Menurutnya, pemerintah dalam konsep pelibatan rakyat dalam pemenuhan gizi bisa berperan sebagai kontrol kualitas dan keamanan.
“Itu kritik dari PDIP sejak awal dan harus dilakukan suatu evaluasi secara menyeluruh, sudah terlalu banyak korban yang terjadi,” kata Hasto.
Sebelumnya, kasus keracunan siswa usai menyantap menu MBG terjadi di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). BGN langsung mengajukan pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan makanan di Berastagi.***
Sumber : JPNN.com
(Dprs/Erlg)
Respon (1)