DEPOK — Kebijakan sumbangan sukarela pada jalur seleksi baru Kelas Khusus Internasional (KKI) atau International Undergraduate Program (IUP) Universitas Indonesia (UI) menuai protes dari orang tua calon mahasiswa. Nilai sumbangan yang disebut-sebut minimal Rp500 juta per mahasiswa baru itu hanya berlaku di jalur seleksi keempat, Global Talent, yang baru dibuka bulan ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, UI telah menuntaskan tiga gelombang seleksi KKI sebelum jalur Global Talent dibuka, yaitu Talent Scouting, SIMAK KKI 1, dan SIMAK KKI 2. Ketiga jalur tersebut disebut sudah memasuki tahap persiapan kegiatan mahasiswa baru di Balairung UI serta orientasi tingkat fakultas, termasuk latihan paduan suara.
Pada Juli ini, UI kembali membuka penerimaan KKI gelombang keempat bernama Global Talent. Jalur ini disebut menyeleksi calon mahasiswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik, mulai dari sains, olahraga, seni, kepemimpinan, hingga kewirausahaan.

Yang memicu protes, jalur Global Talent dikabarkan mengenakan sumbangan sukarela dengan nilai minimal Rp500 juta bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus. Ketentuan ini disebut tidak berlaku pada tiga jalur KKI lain yang sudah lebih dulu berjalan.
Sejumlah orang tua calon mahasiswa mempertanyakan dasar kebijakan tersebut. Mereka menilai perlakuan berbeda antar-jalur seleksi ini tidak adil, mengingat besaran sumbangan yang dikenakan hanya berlaku pada gelombang keempat.
Orang tua mendesak agar sumbangan sukarela pada jalur Global Talent ditiadakan karena dinilai memberatkan. Sebagai alternatif, mereka juga meminta agar seluruh jalur KKI dikenakan bentuk dan besaran sumbangan yang sama tanpa ada pembedaan.

Kasus ini mengingatkan pada preseden serupa di UI beberapa tahun lalu, saat kampus tersebut sempat meniadakan iuran pengembangan institusi (IPI) — mirip uang pembangunan gedung — bagi mahasiswa baru jalur Mandiri. Kebijakan penghapusan itu sempat berhasil diperjuangkan orang tua, meski dua tahun setelahnya diberlakukan kembali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Indonesia belum memberikan konfirmasi resmi terkait kebenaran nilai sumbangan sukarela pada jalur Global Talent tersebut. TerasDepok.com akan memperbarui informasi ini begitu tanggapan resmi diterima.












