KBM Kudus Siap Bermitra dengan Pemkab Tekan Gizi Buruk dan Stunting

×

KBM Kudus Siap Bermitra dengan Pemkab Tekan Gizi Buruk dan Stunting

Sebarkan artikel ini
Suasana pertemuan DPK Keluarga Besar Marhaenis kabupaten Kudus dengan Bupati dan jajaran pemerintah daerah (Dok : KBM Jateng)

Kudus –  Terasdepok.com – Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kudus mengadakan pertemuan resmi dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (17/6/2026).

Audiensi berlangsung hangat dan konstruktif. Bupati didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kudus, Sulistyowati, ST., MM. Sementara rombongan KBM dipimpin Ketua DPK Wisnu Is Santoso, didampingi penasihat serta jajaran pengurus organisasi.

Dalam penjelasannya, Bupati Sam’ani menyampaikan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah akibat kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Dampaknya antara lain alokasi dana hibah bagi organisasi kemasyarakatan untuk sementara tidak tersedia.

Baca Juga : Keluarga Besar Marhaenis Jateng Peringati Haul Bung Karno

“Saat ini anggaran hibah bagi ormas ditiadakan karena kebijakan pemotongan anggaran pusat. Oleh sebab itu, kami berharap organisasi dapat menjalin sinergi juga dengan partai politik, agar program bermanfaat bagi masyarakat tetap bisa berjalan, misalnya melalui dukungan dana konstituen,” ujar Bupati.

Apresiasi KBM

Di sisi lain, pengurus KBM memberikan apresiasi atas langkah‑langkah Pemkab Kudus dalam menangani masalah gizi buruk dan stunting. Menurut mereka, penanganan yang sudah berjalan menunjukkan hasil positif, namun masih perlu diperkuat agar angka gangguan gizi dapat terus turun.

Ketua DPK KBM Kudus, Wisnu Is Santoso, menegaskan komitmen organisasi untuk mendukung pembangunan daerah, terutama di bidang kesehatan masyarakat.

“Penanganan stunting di Kudus sudah berjalan cukup baik, namun keberhasilan ini butuh dukungan semua pihak. KBM siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kudus dalam upaya menekan gizi buruk sekaligus mencegah stunting lebih dini,” tegas Wisnu.

Peran organisasi dinilai penting untuk memperluas edukasi ke masyarakat, khususnya mengenai pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga, serta peningkatan kesadaran kesehatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan demi mendorong pembangunan, kesejahteraan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi yang lebih erat, masalah sosial seperti gizi buruk dan stunting diharapkan dapat ditangani lebih efektif. Demi mewujudkan generasi muda Kudus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.**(Suratmin Ragil)

Tinggalkan Balasan