Surabaya – terasdepok.com | Beredar video dengan menggunakan AI di medsos yang menantang ormas PNIB untuk berkonfrontasi secara langsung. Diunggah di akun Tiktok @sang.wali4 dalam video tersebut mengatasnamakan Laskar FPI menggunakan tehnologi AI untuk menyampaikan pernyataannya.
Link video : https://vt.tiktok.com/ZS9tcXhqA/
Penolakan massive kehadiran Rizieq Shihab di Surabaya oleh ormas lintas Agama Budaya dan tradisi yang anti intoleransi, radikalisme, khilafah dan terorisme Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) melahirkan respon dari FPI. Meskipun menggunakan AI Ketua Umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menganggap perlu memberikan jawaban.
“Laskar FPI sudah terlihat munafik menggunakan video AI untuk menantang PNIB. Mereka menguasai tehnologi tetapi tidak punya nyali untuk menyampaikan langsung. PNIB tidak akan mundur selangkahpun, apalagi hanya digertak menggunakan provokasi medsos” tegas Gus Wal.
PNIB menjadi satu-satunya ormas yang konsisten menolak kehadiran Rizieq Shihab dan Laskar FPI yang dianggap berideologi khilafah. Tidak hanya di Surabaya, dimanapun jadwal kehadiran Rizieq selalu ditolak PNIB dengan alasan berpotensi memecah belah umat Islam.
“Kami menolak tegas provokasi panggung Rizieq dimanapun. Ini demi menghindari perpecahan bangsa dari agitasi khilafah yang dibungkus dakwah. Rizieq residivis pemecah belah umat tidak pernah jera melakukan provokasi. Dan PNIB juga tidak pernah kapok melakukan penolakan apapun resikonya” imbuh Gus Wal.
Imam Besar FPI dijadwalkan bersafari dakwah di daerah Jawa Timur dari Pasuruan, Surabaya dan kota lainnya. PNIB meresponnya sebagai kebangkitan gerakan kelompok Khilafah yang masih ada meskipun sudah dilarang.
“Mari kita jaga bangsa, jaga kampung, jaga tetangga dari provokasi ideologi asing yang sudah jelas dilarang Pemerintah. Tidak ada tempat nyaman bagi kaum sarapatigenah di Nusantara ini. Mereka masih ada di sekitar kita dan kewaspadaan serta penolakan kita jangan sampai kendor” pungkas Gus Wal.*** (Rdks)











