Depok – Terasdepok.com — Setelah sejumlah Mall di kota Surabaya, Jakarta menjadi kota Metropolitan kedua yang sedang berbenah menata sistem keamanan eksternalnya. Pagar besi menjulang mengelilingi pusat perbelanjaan didesain khusus untuk tidak mudah diakses.
Fenomena sejumlah mal dan gedung besar yang mendadak dipasangi pagar besi tinggi tengah ramai menjadi perbincangan di media sosial. Perubahan tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet. Tidak sedikit yang mempertanyakan alasan di balik pemasangan pagar dengan tinggi sekitar 2,5 meter dengan desain khusus tersebut
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja pun memberikan penjelasan. Ia menegaskan, pemasangan pagar bukan dilakukan sebagai antisipasi terhadap kerusuhan, melainkan untuk mengatur akses pengunjung sekaligus memperkuat perimeter keamanan pusat perbelanjaan.
“Ya sebetulnya tujuan utamanya adalah supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja, sehingga membahayakan lalu lintas sekitar,” ujarnya di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026
Pagar pada dasarnya merupakan fasilitas keamanan yang lazim digunakan pusat perbelanjaan. Namun, pembangunan serentak di sejumlah mal besar dengan desain khusus, membuat publik berhak memperoleh penjelasan yang lebih spesifik daripada alasan keamanan secara umum.
Mitigasi Resiko
Merespon hal tersebut, Dosen Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Lutfi Kalbu Adi, menilai fenomena tersebut tidak bisa dipandang sekadar sebagai tindakan spontan. Melainkan perlu dilihat dalam konteks sosial, ekonomi, dan hukum yang lebih luas.
Baca Juga : Job Fair Depok 4 – 5 Agustus 2026 Siap Buka Lowongan dari Ratusan Perusahaan
“Melihat aksi pemagaran yang dilakukan nampaknya tidak dapat sesederhana diduga sebagai kekhawatiran sesaat. Justru sebaliknya merupakan langkah mitigasi risiko yang sangat normal, bahkan memang harus dilakukan,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (1/8/2026).
Berbeda pernyataan dengan Ketua APPBI, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai pemagaran pusat perbelanjaan secara mendadak dianggap sebagai kekhawatiran yang berlebihan.
“Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta. Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan nggak. Saya yakin nggak, saya yakin nggak,” kata Pramono.
Gubernur DKI lantas berencana meminta pemilik Mall untuk suatu saat membongkar kembali pagar tinggi yang sudah dibangun.
Baca Juga : Satpol PP Depok Akhirnya Segel Komplek Perumahan Shila at Sawangan yang Melanggar Ijin Lahan
“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” kata Pramono.
Kerusuhan besar pada bulan Agustus 2025 lalu menyimpan trauma tersendiri dari para pengelola pusat perbelanjaan dan hunian apartemen. Aparat TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dalam berbagai pernyataan berkomitmen menjamin pengendalian keamanan dalam kondisi apapun. (Dpras)











