DEPOK – TERASDEPOK.COM — Kebiasaan orang tua menggunakan ponsel saat sedang bersama anak ternyata dapat berdampak pada kualitas hubungan dalam keluarga. Anak yang sedang berbicara atau membutuhkan perhatian bisa merasa diabaikan ketika perhatian orang tua justru tersedot ke layar ponsel.
Fenomena tersebut dikenal dengan istilah technoference, yakni kondisi ketika penggunaan perangkat teknologi mengganggu atau menginterupsi interaksi langsung dengan orang lain.
Technoference dapat terjadi dalam berbagai situasi sehari-hari. Misalnya, ketika anak sedang bercerita, orang tua justru sibuk membaca pesan WhatsApp, membuka media sosial, menonton video, bermain gim, atau melakukan aktivitas lain melalui ponsel.
Sekilas, kebiasaan tersebut mungkin dianggap sepele. Namun, apabila terjadi berulang kali, anak dapat merasa tidak didengar, kurang diperhatikan, bahkan menganggap kehadiran dirinya kalah penting dibandingkan ponsel.
Baca Juga: Data Center Raksasa untuk AI Dibangun Berbiaya 18 ribu Triliun
Anak Bisa Merasa Diabaikan
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara technoference dengan kualitas hubungan orang tua dan anak.
Gangguan akibat penggunaan teknologi dalam interaksi keluarga dapat berkaitan dengan meningkatnya konflik antara orang tua dan anak, berkurangnya rasa kebersamaan, serta menurunnya dukungan emosional yang dirasakan anak.
Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena anak membutuhkan interaksi langsung dengan orang tua untuk membangun komunikasi, rasa aman, dan kedekatan emosional.
Ketika orang tua hadir secara fisik, tetapi perhatian terus-menerus tertuju pada ponsel, anak dapat menerima pesan yang keliru bahwa dirinya tidak cukup penting untuk mendapatkan perhatian penuh.
Baca Juga : Penemuan Perahu Purba di Rembang, Lebih Tua Dari Borobudur
Bisa Memengaruhi Perkembangan Anak
Dampak technoference tidak hanya berkaitan dengan komunikasi dalam keluarga. Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara gangguan penggunaan teknologi oleh orang tua dengan berbagai aspek perkembangan dan perilaku anak.
Interaksi langsung antara orang tua dan anak merupakan bagian penting dalam proses belajar anak, termasuk dalam mengenali emosi, membangun kemampuan komunikasi, mengembangkan empati, serta belajar merespons lingkungan sosial.
Karena itu, ketika interaksi tersebut terus terganggu oleh penggunaan perangkat digital, kualitas waktu bersama anak dapat ikut menurun.
Kondisi ini juga berpotensi menjadi contoh bagi anak. Anak dapat belajar bahwa ketika sedang bersama orang lain, ponsel tetap menjadi sesuatu yang harus selalu diperiksa.
Baca Juga : Menkes: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia, Empat Penyakit Ini Jadi Sorotan Utama
Bukan Berarti Orang Tua Harus Meninggalkan HP
Ponsel tentu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Perangkat tersebut digunakan untuk bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, hingga memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.
Persoalannya bukan pada keberadaan ponsel, melainkan bagaimana orang tua mengatur penggunaannya ketika sedang bersama anak.
Orang tua dapat mulai menerapkan kebiasaan sederhana, seperti meletakkan ponsel saat makan bersama, tidak terus memeriksa notifikasi ketika anak sedang berbicara, serta menyediakan waktu tertentu tanpa gangguan perangkat digital.
Ketika anak berbicara, memberikan kontak mata dan mendengarkan dengan penuh perhatian juga menjadi bentuk sederhana untuk menunjukkan bahwa cerita dan perasaan anak penting.
Baca Juga : Indonesia Peringkat Kedua Kejahatan Online Scam, Ini Penyebabnya
Jangan Sampai Anak Kehilangan Kehadiran Orang Tua
Membatasi penggunaan ponsel ketika bersama anak bukan berarti menolak teknologi. Justru, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara kehidupan digital dan hubungan keluarga.
Anak mungkin tidak selalu membutuhkan mainan mahal atau hiburan digital. Dalam banyak kesempatan, mereka hanya membutuhkan orang tua yang benar-benar hadir, mendengarkan, dan memberikan perhatian.
Jangan sampai orang tua selalu berada di rumah, tetapi anak merasa tidak pernah benar-benar mendapatkan kehadiran orang tuanya.
Di tengah derasnya penggunaan teknologi, perhatian orang tua tetap menjadi salah satu hal yang tidak dapat digantikan oleh layar ponsel.**(S Ragil)
Sumber : Republika



