Surabaya — Terasdepok.com — Tahun 2026 usia kemerdekaan Indonesia mencapai 81 Tahun. Perjalanan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia penuh dinamika dan perjuangan dalam mempertahankannya. Baik melawan musuh dari kepentingan asing maupun dari dalam negeri.
“Meskipun sudah 81 tahun Indonesia merdeka, namun upaya disintegrasi bangsa terus ada pada tiap era. Kedaulatan kita digerogoti berbagai kepentingan. Musuh bukan lagi memegang senjata, namun bersorban dan berdasi dasi rapi namun dampak kerusakannya lebih kejam daripada pasukan penjajah” ungkap ketua umum ormas kebhinekaan lintas Agama, suku, budaya dan tradisi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal).
Musuh bersorban dan berdasi yang disampaikan Gus Wal merupakan representasi kepentingan ekonomi, politik dan ideologi yang masuk di sela kehidupan masyarakat Indonesia yang terkenal majemuk dan plural.
“Ideologi khilafah dan negara Islam masuk dengan sopan di mimbar-mimbar dakwah. Memanipulasi tradisi dan kearifan lokal yang sudah ada. Musuh dari luar berbaju Agama masih ada di sekitar kita dan selalu bergerak senyap memanfaatkan kelengahan kita.” lanjut Gus Wal.
Korupsi yang didefinisikan Gus Wal sebagai bentuk intoleransi ekonomi juga masih menjadi PR besar. Berita pengungkapan kasus korupsi bernilai triliunan menjadi bentuk keprihatinan mendalam segenap elemen bangsa.
“ Koruptor sudah pasti intoleran kepada rakyat, itulah musuh dalam negeri yang kini sedang marak terjadi. Mereka berdasi rapi namun otaknya busuk hatinya egois tidak peduli yang dikorupsi adalah hasil keringat dan air mata rakyat. Koruptor membunuh rakyat dengan sopan dan perlahan-lahan dan inilah yang lebih kejam daripada pasukan penjajah” paparnya.
Menyongsong bulan kemerdekaan Agustus, Gus Wal bersama PNIB menyerukan gema kemerdekaan. Pembebasan dari korupsi, intoleransi, khilafah, anarkisme premanisme terorisme.
“Membebaskan diri dari paham ideologi khilafah, serangan premanisme anarkisme radikalisme dan aksi terorisme, melawan korupsi dan propaganda intoleransi di bulan kemerdekaan ini menjadi momentum Nasional yang butuh dilakukan bersama. Bangsa ini kuat karena bersatu, dan akan hancur ketika diadu domba dengan berbagai modus. Kita siap dianggap londo ireng namun jiwa kita Nasionalisme merah putih. Kita tidak mempan diusir karena kecintaan kita pada bangsa dan negara tempat kita lahir, tumbuh dan menyelesaikan kewajiban hidup” pungkas Gus Wal. (Prst)











