Daerah

96 Siswa SMPN 6 Boyolali Diduga Keracunan MBG, PKS Desak SPPG Dievaluasi

×

96 Siswa SMPN 6 Boyolali Diduga Keracunan MBG, PKS Desak SPPG Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi PKS Kabupaten Boyolali Wahyono,S.Pi

BOYOLALI, TERASDEPOK.COM – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Boyolali, Wahyono, menyampaikan keprihatinan atas dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan tenaga pendidik SMP Negeri 6 Boyolali setelah menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 96 siswa, satu tenaga kependidikan, dan tiga guru SMP Negeri 6 Boyolali dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Peristiwa tersebut sebelumnya diberitakan oleh Mudanews.com pada 21 Agustus 2026.

Menanggapi kejadian itu, Wahyono saat dihubungi awak media melalui aplikasi WhatsApp menyampaikan sikap Fraksi PKS DPRD Kabupaten Boyolali.

Fraksi PKS menyatakan keprihatinan atas kejadian yang menimpa siswa SMP Negeri 6 Boyolali maupun sekolah lainnya yang mengalami keluhan kesehatan setelah menerima MBG.

Namun, Wahyono meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.

“Kami meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” kata Wahyono.

Fraksi PKS, lanjut Wahyono, mendorong Dinas Kesehatan bersama pihak terkait melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan penyebab kejadian tersebut.

Selain itu, Fraksi PKS meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut dievaluasi secara menyeluruh.

Apabila dalam evaluasi ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan atau adanya kelalaian, Fraksi PKS meminta agar diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Fraksi PKS juga meminta agar pengawasan terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Boyolali diperkuat secara preventif dan berkala, tidak hanya dilakukan setelah terjadi kasus,” tegasnya.

Wahyono berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Boyolali semakin aman, berkualitas, dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak.

Menurutnya, aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG. Program tersebut tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi makanan yang diberikan kepada anak-anak juga harus dipastikan aman untuk dikonsumsi.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. MBG harus bergizi, tetapi yang tidak kalah penting adalah aman dikonsumsi,” ujar Wahyono.

Fraksi PKS juga meminta seluruh pihak mengedepankan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi mengenai penyebab kejadian tersebut. Kesimpulan mengenai penyebab dugaan keracunan, menurutnya, sebaiknya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi resmi.**(S.Ragil)

Tinggalkan Balasan