Daerah

Modus Baru Penipuan! Jasa Pembuatan Barcode BBM Subsidi Minta Transfer dan Saldo

×

Modus Baru Penipuan! Jasa Pembuatan Barcode BBM Subsidi Minta Transfer dan Saldo

Sebarkan artikel ini

Boyolali – Terasdepok.com  — Masyarakat pengguna kendaraan yang membutuhkan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi melalui MyPertamina diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran jasa pembuatan barcode yang beredar di media sosial, khususnya Facebook dan YouTube.

Modus tersebut terbilang meyakinkan. Oknum menawarkan jasa pembuatan barcode dengan dalih membantu masyarakat memperoleh akses pembelian BBM bersubsidi. Setelah calon korban mengklik iklan atau tawaran di media sosial, komunikasi kemudian diarahkan melalui nomor telepon atau WhatsApp tertentu.

Modus serupa hampir menimpa seorang awak media pada Sabtu siang (15/8/2026).

Dalam prosesnya, calon korban diminta mengirimkan foto kendaraan dan STNK. Bahkan, ketika calon korban mengaku STNK hilang, oknum tersebut mengklaim tetap dapat membantu hanya dengan menggunakan foto kendaraan dan BPKB.

Baca Juga : Indonesia Peringkat Kedua Kejahatan Online Scam, Ini Penyebabnya

Setelah terjadi kesepakatan biaya administrasi sebesar Rp150 ribu, sekitar 30 menit kemudian calon korban diberitahu bahwa barcode telah selesai dibuat. Korban kemudian diminta segera mentransfer biaya tersebut ke rekening BRI atas nama Ahmad Suhud.

Pengisian Saldo

Persoalan baru muncul ketika barcode disebut harus diaktifkan terlebih dahulu dengan cara mengisi saldo ke dalam akun.

Untuk meyakinkan calon korban, oknum tersebut menjelaskan bahwa saldo itu nantinya dapat ditarik kembali secara tunai atau digunakan sebagai pemotong saldo saat melakukan pengisian BBM di SPBU.

Namun, setelah barcode tersebut diperiksa di SPBU, barcode ternyata tidak dapat digunakan atau tidak aktif.

Kondisi tersebut patut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah percaya hanya karena pelaku menggunakan istilah resmi, mengirimkan kartu atau barcode, maupun memberikan penjelasan yang terdengar masuk akal.

Masyarakat perlu memahami bahwa kebutuhan mendapatkan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi.

Apalagi jika seluruh proses dilakukan melalui media sosial, tanpa kantor yang jelas.  Tanpa identitas badan usaha yang dapat diverifikasi, serta meminta dokumen kendaraan dan data pribadi.

Modus semacam ini bukan hanya berpotensi menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga membuka peluang penyalahgunaan data kendaraan dan dokumen pribadi yang telah dikirimkan kepada pihak yang tidak dikenal.

Waspada Penipuan

Karena itu, masyarakat jangan mudah terjebak pada kalimat seperti “saldo bisa ditarik kembali”, “hanya untuk aktivasi”, atau berbagai janji lain yang membuat calon korban merasa uang yang ditransfer tetap aman.

Jangan sampai barcode belum dapat digunakan, tetapi uang sudah melayang.

Masyarakat disarankan melakukan pendaftaran dan pengurusan kebutuhan BBM bersubsidi melalui kanal resmi Pertamina/MyPertamina. Hindari menyerahkan foto STNK, BPKB, identitas, maupun data kendaraan kepada pihak yang legalitas dan kewenangannya tidak dapat dipastikan.

Jika menemukan tawaran jasa pembuatan barcode yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya tidak melakukan transfer. Jangan pernah memberikan OTP atau kode keamanan, serta menyimpan bukti percakapan, nomor telepon, rekening, dan iklan yang ditawarkan untuk kepentingan pelaporan.

Barcode BBM memang penting bagi pengguna BBM bersubsidi. Namun, jangan sampai kebutuhan mendapatkan barcode justru dimanfaatkan sebagai pintu masuk penipuan.

Masyarakat harus cerdas dan waspada: pastikan sumbernya resmi, jangan tergiur kemudahan, dan jangan melakukan transaksi sebelum seluruh informasi terverifikasi. (Red)

Tinggalkan Balasan