Redaksional

Kisah Fidelis, PNS yang Dipenjara Karena Meramu Ganja Obat Istrinya

×

Kisah Fidelis, PNS yang Dipenjara Karena Meramu Ganja Obat Istrinya

Sebarkan artikel ini
Fidelis Arie divonis 8 bulan penjara atas kepemilikan ganja (Dok : Kompas.com)

 

Cinta yang paling dalam tidak selalu terlihat besar. Dalam segala keterbatasan, duduk berjam-jam membaca, mempelajari dan mencari cara agar orang yang ia cintai tidak kesakitan.

Kisah dramatis Fidelis Arie Suderwoto, seorang PNS di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang berjuang untuk kesembuhan istrinya dari penyakit mematikan. Perjuangan Fidelis demi nyawa sang istri, harus berakhir di penjara karena aturan yang tidak mengenal belas kasihan.

Dia tidak pernah menyesalinya dan tidak membuatnya berhenti patuh pada negara.

Berawal pada tahun 2016, Yeni Riawati, sang istri terdiagnosis mengidap syringomyelia.  Kista berisi cairan yang tumbuh di dalam sumsum tulang belakang. Penyakit langka yang mematikan penderita secara perlahan.

Baca JugaSiapa Slamet Gundul, Bromocorah yang Menginspirasi Lagu ‘Sugali’ Iwan Fals

Tindakan operasi terlalu berisiko karena kondisi Yeni sudah sangat lemah. Dokter menyarankan agar Yeni dirawat di rumah saja.

Fidelis menerima putusan medis dengan patuh. Dia memutuskan mencari jalan pengobatan lain sendiri.

Ramuan Ekstrak

Fidelis membaca banyak literatur. Salah satu rujukannya: seorang penderita syringomyelia di Kanada yang mampu bertahan hidup dengan ekstrak ganja. la putuskan untuk mencobanya pada Yeni yang merintih kesakitan tiap hari. Tanpa pengobatan medias apapun.

Hasilnya tak terduga. Nafsu makan Yeni meningkat dan bisa tidur pulas. Luka-luka dekubitus mulai menutup karena daging baru tumbuh.

Fidelis memutuskan menanam 39 batang ganja di rumahnya sendiri. Bukan untuk diperjual belikan. Namun untuk menyelamatkan hidup sang istri.

Di sinilah tragedi dimulai. Tanggal 19 Februari 2017, BNN Kabupaten Sanggau menggerebek rumahnya. Fidelis ditangkap dan 39 tanaman disita.

Baca Juga : Membedah Hukum di Ketiak Kekuasaan

Fidel berada di balik balik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas menanam dan memiliki ganja, apapun alasannya. Tidak ada lagi yang merawat Yeni.

Tanpa Fidelis, kondisi Yeni merosot cepat. Luka-luka kembali terbuka, perutnya membengkak. Dan tepat 32 hari setelah penangkapan tanggal 25 Maret 2017, Yeni mengembuskan napas terakhir.

Vonis 8 bulan dijalani Fidelis dengan kesedihan luar biasa. Setelah bebas satu hal yang ia lakukan sungguh membuat siapapun menaruh hormat.

Fidelis segera melapor kebebasannya pada institusi tempatnya bekerja. Dia ingin kembali mengabdi kepada negara yang memenjarakannya. Memaafkan aturan yang merenggut nyawa istrinya tercinta. (Dprast)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan