Jakarta – Terasdepok.com | Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini sedang menghadapi ancaman paling mematikan dari dalam sendiri: Korupsi yang merajalela di segala bidang. Negara yang seharusnya menjadi rumah bagi seluruh rakyat, kini dijadikan ladang keuntungan bagi segelintir oknum pemegang kekuasaan.
Dana negara yang seharusnya berasal dari keringat dan pajak rakyat, dikumpulkan untuk pembangunan sekolah, kesehatan, jalan, dan kesejahteraan masyarakat kecil, malah dicuri, dialihkan, dan dimanipulasi secara besar-besaran.
Program strategis seperti SPPG dan MBG — yang dirancang untuk menjamin gizi dan masa depan anak bangsa — justru dijadikan sarana mark-up harga, pemerasan, dan pencurian anggaran miliaran rupiah.
Laporan keuangan negara yang seharusnya transparan, malah ditutup-tutupi dan disalahgunakan untuk melindungi kejahatan. Akibatnya: Kekayaan rakyat menyusut, pelayanan publik rusak, dan kesenjangan kaya-miskin menjadi semakin lebar.
KORUPSI SEKTOR SUMBER DAYA ALAM
Indonesia adalah negara yang kaya akan kekayaan alam: tambang, hutan, laut, dan pertanian. Namun kekayaan ini tidak dinikmati oleh rakyatnya sendiri, melainkan dirampas secara ilegal oleh koruptor dan konglomerat yang bekerja sama dengan oknum penguasa.
Izin tambang dan pengelolaan hutan diberikan secara curang, tanpa memikirkan kerusakan lingkungan atau hak masyarakat adat. Sumber daya alam diekspor keluar negeri dengan harga murah, lalu dijual kembali ke Indonesia dengan harga mahal — keuntungannya masuk ke kantong pribadi, bukan untuk pembangunan daerah.
Tanah dan kekayaan bangsa habis terjual, sedangkan rakyat yang tinggal di sana justru menjadi miskin dan terpinggirkan.
Baca Juga : Mengapa Pejabat Korupsi Walau Sudah Kaya? Ini Penyebabnya
KORUPSI SEKTOR PEREKONOMIAN NEGARA
Sistem ekonomi negara dibentuk untuk memajukan usaha rakyat, namun kenyataannya sistem ini dibuat untuk melindungi kepentingan segelintir kelompok saja.
Kontrak proyek pemerintah diatur berdasarkan kolusi, bukan berdasarkan kemampuan dan keadilan.
Harga kebutuhan pokok naik terus-menerus, sementara upah pekerja tidak bertambah — karena rantai keuntungan diambil oleh para perantara dan koruptor di atas.
Usaha kecil dan menengah tertekan, sementara perusahaan besar yang berafiliasi dengan penguasa semakin kaya raya dengan cara yang tidak halal.
Baca Juga : Laporan Dugaan Penyekapan Anak Penulis Depok Ahmad Bahar Naik Tahap Pemeriksaan
NKRI RUMAH RAKYAT, BUKAN PANGGUNG KORUPTOR
Pernyataan ini bukan sekadar seruan, melainkan KEBENARAN YANG HARUS DIJAGA:
NKRI milik kita semua. Uang negara adalah uang rakyat. Sumber daya alam adalah hak generasi mendatang. Perekonomian negara harus berjalan demi kesejahteraan bersama, bukan demi kekayaan segelintir orang.
Kita tidak boleh diam melihat negara ini hancur karena ulah para pencuri. Kita berhak menuntut keadilan, kejelasan, dan pemimpin yang benar-benar mencintai bangsanya lebih dari harta kekayaan.
NKRI adalah rumah kita bersama.
Jangan biarkan siapa pun mengubah rumah kita menjadi tempat pencurian dan kejahatan.
Bersatulah, bangkitlah, dan jaga negara ini agar tetap bersih, adil, dan sejahtera untuk seluruh rakyat Indonesia
Salam Akal Sehat
Penulis : Mukhsin Nasir – Sekjen Matahukum











