Berita Nasional

Giliran 80 Siswa di Kab Jayapura Keracunan MBG, Evaluasi Mendalam Kinerja SPPG

×

Giliran 80 Siswa di Kab Jayapura Keracunan MBG, Evaluasi Mendalam Kinerja SPPG

Sebarkan artikel ini
Kejadian siswa keracunan menu MBG di Kabupaten Jayapura Papua (Foto Dok. fajarpapua.com)

Papua — Terasdepok.com — Kejadian siswa penerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terulang. Sebanyak 80 orang siswa SD diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

Hingga Rabu (5/8/2026) dini hari korban yang sebagian berusia 7 sampai 12 tahun telah dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan. Berdasarkan pantauan Dinas Kesehatan Kab Jayapura sebanyak 43 pasien dirujuk ke RSUD Yowari, 10 pasien ke Puskesmas Harapan. Sementara 11 pasien ke Puskesmas Sentani, 11 pasien ke Puskesmas Waibu, dan 5 pasien ke RSUP Jayapura.

Pasien yang dirujuk rata-rata mengeluhkan mual, pusing hingga badan lemas. Di RSUD Yowari karena pasien yang terus bertambah membuat daya tampung semakin penuh.  Pihak rumah sakit kemudian mendirikan tenda darurat di halaman untuk menangani pasien yang datang.

Baca Juga : Dari Mana Indonesia Membiayai Program MBG Pasca Putusan MK ?

Gerak Cepat Penangana

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan, begitu menerima laporan adanya dugaan keracunan massal, dirinya langsung menginstruksikan seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Jayapura untuk siaga menerima pasien.

“Dari informasi yang kami terima, anak-anak ini makan MBG di sekolah. Setelah itu mereka pulang, sampai di rumah baru merasakan reaksi dengan gejala perut sakit, muntah dan buang air sehingga mereka langsung dibawa ke Puskesmas Depapre,” kata Yunus kepada wartawan.

Baca Juga : Sah, MK Putuskan Anggaran MBG dari Pendidikan Melanggar Konstitusi

Menurutnya, hingga kini pemerintah daerah masih melakukan pendataan karena para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan sehingga jumlah pasti pasien belum dapat dipastikan.

Meski jumlah korban masih didata, Yunus memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis dan hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia.

“Dari semua pasien sementara ditangani dan sampai sekarang tidak ada korban meninggal,” tegasnya.

Berita siswa keracunan MBG di berbagai daerah menjadi keprihatinan semua pihak. Dapur MBG sebagai ujung tombak layanan menu makanan perlu mendapatkan perhatian serius jika tidak ingin keracunan makanan terus menghiasi pemberitaan media. (Dpras)

Sumber : Dinkes Kab Jayapura

Tinggalkan Balasan